Prodi SI Gelar Seminar Software Development

UBSI Mencetak Calon Programer

48
0
SEMINAR. Mahasiswa UBSI foto bersama programer Yohanes Didi Rosandi SST usai seminar software development di Aula UBSI Tasikmalaya Kamis (21/6).

TASIK – Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Tasikmalaya menggelar seminar software development di Aula UBSI Jalan Tanuwijaya Kota Tasikmalaya Kamis (21/6). Seminar ini mengangkat tema How Steps To Build A Good Software In Industrial Revolution 4.0.

Ketua Prodi Sistem Informasi UBSI Tasikmalaya Deddy Supriadi MKom menjelaskan, seminar ini digelar untuk menunjang mata kuliah yang ada di semester 2, khususnya tentang pemrograman.

“Kami hadirkan narasumber seorang praktisi yakni Yohanes Didi Rosandi SST. Beliau merupakan programer PT Jasamedika Saranatama serta project manager untuk berbagai proyek perusahaan dan rumah sakit di Indonesia,” katanya.

Istimewanya, Yohanes merupakan alumni UBSI Tasikmalaya angkatan tahun 2008 sehingga bisa memotivasi mahasiswa UBSI lainnya untuk bisa sukses seperti dirinya.

“Narasumber memberikan materi tentang cara membuat software atau rekayasa perangkat lunak yang baik di era revolusi industri 4.0,” katanya.

Setelah seminar ini diharapkan mahasiswa bisa mengetahui bagaimana cara menjadi web developer yang baik, termotivasi untuk lebih aktif dan fokus pada kompetensi web developer dan mengetahui peluang besar di dunia industri saat ini.

“Jadi selain diberikan hard skill, mahasiswa juga diberikan soft skill agar mampu berkompetisi di era revolusi industri 4.0,” katanya.

Deddy menambahkan, saat ini UBSI fokus pada peningkatan mutu dosen dan mahasiswa dengan menggelar workshop dan seminar secara rutin. “Di tiap semester, mahasiswa diberikan seminar dan workshop yang berkaitan dengan mata kuliah sehingga kompetensi mahasiswa meningkat,” ujarnya.

Ketua Panitia Seminar Software Development Ai Ilah Warnilah SKom MKom mengatakan seminar ini diikuti sekitar 60 mahasiswa semester 2. Tujuannya memberikan semangat kepada para mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam memahami bahasa pemrograman. “Sehingga, ketika lulus siap menjadi programer andal,” harapnya. (na)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.