Ucapkan Dukungan, Camat Langkaplancar Dipanggil Bawaslu

223
0
KLARIFIKASI. Bawaslu Kabupaten Pangandaran mengklarifikasi Camat Langkaplancar Deni Ramdani terkait pernyataan dukungan kepada Jihad jilid II, Selasa (7/1). Bawaslu untuk Radar Tasikmalaya
KLARIFIKASI. Bawaslu Kabupaten Pangandaran mengklarifikasi Camat Langkaplancar Deni Ramdani terkait pernyataan dukungan kepada Jihad jilid II, Selasa (7/1). Bawaslu untuk Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran memanggil Camat Langkaplancar Deni Ramdani yang diduga telah berkampanye dan tak netral.

Hal ini terjadi ketika adanya pertemuan yang melibatkan Bupati-Wakil Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata-H Adang Hadari,Serta para kepala desa se-Kecamatan Langkaplancar dan kader Posyandu beberapa waktu lalu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan yang bersangkutan (Camat Langkaplancar, Red) sempat mengucapkan dukungan secara terbuka terhadap Jeje-Adang (Jihad) Jilid II di depan kader Posyandu dan para kepala desa.

”Jihad sendiri merupakan tagline dukungan untuk Jeje- Adang, pasangan ini merupakan petahana yang diprediksi mencalonkan kembali pada Pilkada 2020,” tuturnya kepada Radar, Selasa (7/1).

Untuk itu, kata Iwan, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap Deni Ramdani selaku Camat Langkaplancar dan sudah dilakukan klarifikasi secara tertutup.

”Kemudian kami juga sudah melakukan pleno pimpinan yang akan dituangkan ke dalam berita acara, untuk kemudian menjadi bahan rekomendasi ke Komisi Apratur Sipil Negara (KASN),” terangnya.

Iwan mengatakan Deni sangat kooperatif dalam merespons pemanggilan tersebut. ”Ini merupakan upaya penelusuran terkait penemuan jajaran kami dan sinkronisasi data dengan pernyataan camat,” paparnya.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Uri Juwaeni mengatakan dari berita acara pleno pimpinan Bawaslu bisa diambil kesimpulan bahwa yang menimpa Camat Langkaplancar bukan merupakan sebuah temuan, akan tetapi bentuk peringatan dini sebagai upaya pencegahan.

”Perbuatan yang bersangkutan berpotensi melanggar pasal 71 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016,” jelasnya.

Se­men­tara itu, Camat Lan­g­kap­lancar Deni Ram­dani me­ngakui apa yang di­ucap­ka­nya da­lam pertemuan ter­se­but, yakni per­nya­taan du­ku­ngan ter­hadap pa­sangan Jihad. ”Ber­bicara begitu­kan, karena belum ada pen­calon­an,” tutur­nya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.