Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

0.9%

60.1%

2.4%

0.2%

4.5%

20.1%

11.7%

0%

0.1%

0%

Uighur Ditindas, Tasik Terusik

1156
0

TASIK – Indonesia diminta menekan Cina terkait kekerasan terhadap kelompok minoritas Islam Uighur. Tekanan bisa dilakukan dengan membatasi investasi dan melalui dewan keamanan PBB yang Indonesia menjadi salah satu anggotanya.

Hal tersebut disuarakan para tokoh ulama di Tasikmalaya. Seperti dikatakan Pimpinan Ponpes Sulalatul Huda KH Aminudin Bustomi MAg. Menurutnya, persoalan Uighur bukan lagi soal isu agama. Karena sudah jelas merupakan pelanggaran HAM berat yang dilakukan pemerintah Cina. “Bukan hanya soal agama, ini benar-benar merusak asas kemanusiaan,” ujarnya kepada Radar, Rabu (18/12).

Untuk menyelamatkan mereka, kata dia, perlu ada jalur diplomatis pemerintahan Republik Indonesia yang sejauh ini belum terlihat. Dia khawatir hal ini ada kaitannya dengan kekhawatiran hilangnya kerja sama antara Indonesia dengan Cina. “Kalau perlu ya putus saja kerja samanya, kita ini negara kaya jadi tidak usah takut,” ujarnya.

Selain itu, doa dan dukungan masyarakat pun sangat dibutuhkan untuk menguatkan masyarakat di Uighur. Sayangnya, masyarakat yang bergerak malah disudutkan dengan opini-opini negatif. “Seharusnya kalau tidak mau bergerak, ya jangan menyudutkan yang bergerak. Kami warga Tasikmalaya sangat terusik ketika Muslim Uighur ditindas, ” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Pimpinan Ponpes Ihya Assunah Ustaz Maman Suratman, yang mengatakan umat muslim itu ibarat satu tubuh. Ketika sebagian disakiti, maka yang lainnya akan merasa sakit. “Karena semua umat muslim itu bersaudara,” ungkapnya.

Disinggung munculnya opini-opini yang seolah meredam isu penindasan muslim Uighur, menurutnya, hal itu sebagai upaya dari Cina untuk tetap menjaga dedikasinya di Indonesia. Karena bagaimana pun Indonesia merupakan ladang perdagangan yang cukup besar bagi Cina. “Kejadian di Uighur itu memang benar adanya, bukan hoaks,” terangnya.

Ketua FPI Kota Tasikmalaya Ustaz Yanyan Albayani menuturkan tindakan pemerintah Cina kepada masyarakat Uighur bertentangan dengan perikemanusiaan. Pihaknya pun mendesak pemerintah RI melakukan langkah tegas membantu umat muslim yang tertindas. “Pemerintahan RI harus menyampaikan sikap tegas supaya Cina menghentikan kebiadaban mereka,” katanya.

Dia pun berharap PBB bisa menurunkan tentara perdamaian untuk mencegah kekejaman Cina. Supaya kezaliman kepada kaum muslimin bisa segera dihentikan dan tidak semakin parah. “Sebab, ini sudah mengarah kepada genosida besar-besaran,” katanya.

Umat muslim, kata dia, tidak akan diam saja ketika ada muslim lainnya yang disakiti. Tidak menutup kemungkinan akan ada gerakan besar-besaran dari organisasi dan warga muslim di seluruh dunia. “Karena kalau di hatinya ada Islam, maka tidak akan diam saja saat saudara seagamanya tertindas,” tuturnya.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Irman Nurmansyah mengatakan apa yang terjadi di Uighur bukan hanya isapan jempol. Pihaknya sudah melakukan verifikasi ke lokasi dan memastikan penindasan tersebut. “Orang kami sudah ada yang mengecek ke sana, dan informasi yang beredar itu memang benar,” terangnya.

Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Pusat. Rencananya, dalam waktu dekat akan mendatangi Presiden agar tidak diam. “Pemuda Muhammadiyah meminta Presiden melakukan langkah demi menyelamatkan umat muslim di Uighur,” pungkasnya. (rga))

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.