Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.4%

20.4%

8.4%

66.9%

Uji Coba Karaoke di Kota Dilanjut, Warga Kabupaten Tasik Ditolak Masuk

123
0
RAPAT. Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota H M Yusuf dan Sekda Drs H Ivan Dicksan memimpin rapat Gugus Tugas Kota Tasikmalaya yang diantaranya membahas soal tempat karaoke, Senin (3/8).

TASIK – Uji coba tempat karaoke di Kota Tasikmalaya yang sudah berjalan sekitar satu minggu terus berlanjut.

Gugus Tugas belum melakukan evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan di tempat hiburan tersebut.

Baca juga : Rumah Tukang Ojek di Ciawi Tasik Hangus Diamuk si Jago Merah

Gugus Tugas Kota Tasikmalaya melakukan rapat di aula Bale Kota, Senin (3/8). Di antaranya membahas soal tempat karaoke.

Hasilnya, pemantauan masih akan terus dilakukan terkait protokol kesehatan yang diterapkan.

Sekda Kota Tasikmalaya sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas H Ivan Dicksan menyebutkan pihaknya belum juga menerima evaluasi Dinas Pemuda Olaghraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar).

Pihaknya pun meminta secepatnya evaluasi dilakukan. “Kita sudah tugaskan OPD teknis untuk mengevaluasinya,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Sementara evaluasi belum ada, maka tempat hiburan itu masih boleh beroperasi dengan pengawasan. Peran dari tim patroli dalam hal ini dimaksimalkan mengecek penerapan protokol kesehatan.

“Jadi terus diawasi sebagai bahan evaluasi,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta dinas teknis bisa tanggap dalam mengatasi persoalan. Pasalnya, mereka sudah diberi kewenangan untuk melakukan tindakan dengan mengacu pada Perwalkot.

“Jangan sampai setiap permasalahan harus menunggu rapat tim Gugus Tugas, hasilnya tinggal laporkan kepada kami,” tuturnya.

Selama masa uji coba di fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), manajemen tempat karaoke diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dan tidak menerima konsumen dari luar daerah. Hal ini pun berdampak kepada kekecewaan konsumen.

Seperti yang diungkapkan, Yuli (42), warga Singaparna ini sempat datang ke Classic Karaoke pada Minggu petang (2/8).

Namun dia tidak diperbolehkan masuk karena saat KTP-nya diperiksa, dia warga Kabupaten Tasikmalaya. “Padahal saya hanya tiga orang dan sudah minta room paling besar supaya bisa jaga jarak, tetap saja enggak boleh,” ujarnya.

Dia pun mengaku cukup kecewa karena sudah jauh-jauh datang, tapi gagal menikmati hiburan yang diinginkan. Namun, dia pun menghargai kebijakan manajemen yang tentunya harus membatasi pengunjung.

“Ya mau bagaimana lagi, akhirnya saya lampiaskan dengan makan saja,” terangnya.

Hal serupa juga diungkapkan, H Cunel (40) mengaku hendak berkaraoke ria dengan anaknya, Senin sore (3/8). Tetapi, warga Ciawi ini batal karena tercatat bukan warga Kota Tasikmalaya.

“Tadinya kan sudah lama enggak hiburan, tapi malah enggak bisa,” katanya.

Baca juga : Gaya KPU Kabupaten Tasik, Ngaronda Sambil Sosialisasikan Pilkada

Menurutnya, kebijakan larangan konsumen lebih baik yang berasal dari wilayah zona merah saja. Apalagi Kabupaten Tasikmalaya secara geografis masih berdampingan erat dengan Kota Tasikmalaya.

“Kan masih Tasikmalaya, bukan dari daerah yang bahaya juga,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.