Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

70%

Uji KIR di Kabupaten Tasik Dibatasi 60 Mobil Sehari

44
0
PENGECEKAN. Petugas Uji KIR Dishub Kabupaten Tasikmalaya melakukan pengecekan kendaraan yang masuk, Senin (31/8). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pendapatan asli daerah (PAD) dari uji KIR per Agustus baru tercapai 60 persen lebih. Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya meyakini target PAD dari sektor ini akan terpenuhi meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Akibat dari pandemi Covid-19 target PAD pada tahun 2020 ini tentunya cukup terganggu. Target tahun ini Rp 1.051.520.000 dari Rp 1.351.520.000, itu karena kondisi Covid-19. Sekarang baru tercapai sekitar 60 persen lebih. Namun saya berharap target PAD Uji KIR ini dapat tercapai hingga akhir tahun ini,” ujar Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya Iwan Roslan Effendi kepada Radar, Senin (31/8).

Baca juga ; 3 Bakal Calon Berebut Sisa 3 Partai di Pemilihan Bupati Tasik

Iwan mengatakan, di Kabupaten Tasikmalaya kurang lebih terdapat sebanyak 6.700 kendaraan yang wajib melakukan uji KIR. Jika di lapangan ditemukan kendaraan yang belum melakukan uji KIR maka akan diarahkan untuk melaksanakan uji KIR di Dishub.

Sedangkan untuk pengawasan bagi yang belum melakukan uji KIR, ada di bidang lalu lintas. Bagi masyarakat yang hendak melakukan Uji KIR tidak diperkenankan mengajak banyak orang.

Dishub menghendaki cukup pengemudi kendaraan saja yang datang. Mereka wajib menerapkan protokol kesehatan, misal menggunakan masker.

“Sebelum dilakukan uji KIR, kendaraan yang masuk disemprot terlebih dahulu. Warga pun yang akan melakukan Uji KIR disarankan untuk melakukan cuci tangan terlebih dahulu ditempat yang telah disediakan,” katanya.

“Dalam jangka waktu satu bulan, kami selalu melakukan rekap kendaraan yang wajib melakukan uji KIR setiap desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam satu desa, terkadang ada yang 5 bahkan mencapai ratusan kendaraan wajib melakukan uji KIR. Semakin ke sini alhamdulillah, warga semakin sadar akan kewajibannya untuk uji KIR. Mereka tahu apa guna dan fungsi kendaraan diuji itu, terutama dalam hal keselamatan,” ucapnya.

Selama dua bulan ke belakang pelayanan sempat ditutup, dan itu sangat berpengaruh terhadap PAD. Diharapkan di sisa waktu ini bisa maksimal. Pihaknya pun terus melakukan sosialisasi ke kecamatan dan desa-desa terkait pentingnya melakukan uji KIR.

Baca juga : Ini Identitas Wanita Misterius yang Ngambang di Kolam di Indihiang Kota Tasik, Pelaku Diburu Polisi

Hingga kini, lanjut dia, pihaknya masih melakukan pembatasan kendaraan guna mengantisipasi penumpukan antrean dan kerumunan orang di kawasan Dinas Perhubungan. Jumlah kendaraan yang melakukan Uji KIR dibatasi hingga 60 kendaraan saja setiap harinya.

“Kami juga menyiapkan sejumlah prosedur yang harus ditaati. Di antaranya para petugas layanan Uji KIR akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Setiap petugas harus mengenakan masker, sarung tangan dan pelindung wajah,” ucapnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.