Ujian Mandiri Unsil Direncanakan Berbasis Android

2218
0
Loading...

KOTA TASIK – Untuk penerimaan mahasiswa baru jalur Ujian Mandiri (UM) 2018, Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya direncanakan menerapkan sistem ujian berbasis android.

Demikian dikatakan Rektor Unsil Prof Dr H Rudi Priyadi Ir MS, menyusul pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 berbasis perangkat android yang akan diujicobakan di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Mei mendatang.

“Di Indonesia baru dilaksanakan di Unpad. Kalau mereka (Unpad, red) berhasil, rencananya seleksi UM Unsil akan mencoba juga sistem tersebut. Nanti kami akan bekerja sama dengan Unpad karena mereka yang punya aplikasinya,” ungkap Rudi kepada radartasikmalaya.com, Kamis (19/4/2018).

Rektor Unsil Prof Dr H Rudi Priyadi Ir MS

Rudi mengatakan, tes SBMPTN berbasis Android di Unpad sendiri saat ini memang belum banyak peminatnya. Meski demikian, ia optimis bahwa seleksi PMB berbasis android ini bisa menarik animo calon mahasiswa yang lebih tinggi jika sudah diujicobakan.

Terpisah, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsil Prof Dr H Deden Mulyana SE MSi menuturkan, seleksi ujian berbasis android memang memiliki banyak kelebihan.

Loading...

Diantaranya adalah lebih praktis karena saat ini hampir semua orang menggunakan gawai berbasis android.

Tidak hanya untuk ujian, melalui aplikasi android ini para peserta seleksi juga bisa mengerjakan latihan soal sendiri.

“Kalau ujian tulis berbasis cetak (UTBC) misalnya kurang sempurna dalam melingkari jawaban kan tidak terdeteksi. Kalau pakai android paling tidak untuk pengisian identitas dan jawaban, akan langsung terbaca oleh system, jadi lebih valid,” ungkapnya kepada radartasikmalaya.com, Jumat (20/4/2018).

Secara prosedur operasional bakunya, jelas Deden, aturan ujian berbasis android ini sama seperti UTBC ataupun UTBK, hanya perangkatnya saja yang berbeda.

Meski demikian, kata Deden, ada beberapa kendala teknis yang dapat ditemui dalam pelaksanaan ujian berbasis android.

Yakni tidak semua gadget cocok dengan sistem ujian tersebut.

“Bulan Maret kemarin sebetulnya kami sudah lakukan ujicoba untuk 400 siswa SMAN1 dan SMAN 2 Tasik di Gedung Mandala Unsil. Evaluasinya ternyata tidak semua gadget support. Ada yang bisa masuk ke sistem, tapi di tengah jalan trouble. Selain itu ada masalah instalasi servernya juga. Jadi harus benar-benar matang dulu,” ujar Deden.

Penerapan sistem ujian berbasis Android untuk UM Unsil, jika ujicoba di Unpad berhasil maka kemungkinan akan diterapkan di seluruh PTN-PTN di Indonesia. (sal)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.