Ujian Nasional Dihapus, Disdik Kota Tasik Gencar Siapkan Assessment Nasional

86
0
PENGARAHAN. Ketua Penjaminan Mutu Sekolah SMAN 1 Singaparna Muhammad Arif Hasan SPd MPd (kanan) melaksanakan sosialisasi dan simulasi Ujian Berbasis Komputer Dalam Jaringan (UBKD) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk seluruh SMA swasta dan negeri Kabupaten Tasikmalaya di Aula SMAN 1 Manonjaya, Rabu (21/10). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
PENGARAHAN. Ketua Penjaminan Mutu Sekolah SMAN 1 Singaparna Muhammad Arif Hasan SPd MPd (kanan) melaksanakan sosialisasi dan simulasi Ujian Berbasis Komputer Dalam Jaringan (UBKD) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk seluruh SMA swasta dan negeri Kabupaten Tasikmalaya di Aula SMAN 1 Manonjaya, Rabu (21/10). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya

TASIK – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah resmi menghapuskan Ujian Nasional (UN) dengan digantikan Asesmen Nasional (AN). Maka tidak heran kini lembaga pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atau sederajat sedang gencar mempersiapkannya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dr Dadang Yudhistira SH MPd mengatakan UN sudah final dihapus, sebagai penggantinya Asesmen Nasional (AN) yang segera diberlakukan pada 2021. Agar pengganti UN ini diketahui, pihaknya sudah melakukan sosialisasi AN tersebut kepada kepala sekolah hingga siswa.

Pihaknya pun mempersiapkan SDM guru untuk menghadapi AN dengan mengambil guru yang menyangkut numerasi dan literasi, yaitu guru bahasa yaitu Indonesia, Inggris atau kedaerahan dan guru Matematika. Lalu untuk survei karakter melibatkan guru PPKn, IPS dan PAI.

“Karena AN ini tidak lagi mengevaluasi capaian siswa secara individu, tetapi untuk memetakan mutu pendidikan berupa input proses dan hasil. Dengan alat ukurannya; asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter dan survei lingkungan belajar,” katanya kepada Radar, Minggu (8/11).

Sambung Dadang, dalam karakteristik AN mengenal metode penilaiannya menggunakan multistage adaptive test atau uji adaptif multistage. Lalu, moda penilaian menggunakan ujian berbasis komputer (UBK) dengan sistem soal berlapis disesuaikan dengan memperhatikan siswa.

“Maka hal yang diukur dalam AN ini pada literasi membaca dan numerasi siswa. Serta survei karakter dan gambaran lingkungan belajar siswa selama di sekolah,” ujarnya.

Kemudian, dari jenis tes ujian AN yaitu soal-soalnya mengukur kompetensi yang berorientasi pada penalaran berpikir kritis dan kreativitas. Sedangkan untuk bentuk soal ujiannya menggunakan tes objektif dan uraian dengan variasi bentuk soal.

“Untuk hasil AN pun hanya untuk memetakan agregat tiap sekolah. Sehingga tidak sebagai syarat kelulusan,” katanya.

Selain itu, walaupun untuk pelaksanaan AN nanti hanya 30 siswa saja, dari tiap sekolah harus memberikan kepada semua siswa.

“Nanti yang ikut AN itu hanya sampel saja, tapi yang menentukan Kemendikbud. Jadi sekolah tidak boleh menukar atau mengganti siswa yang telah ditunjuk (sebagai sampel, Red),” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Penjaminan Mutu Sekolah SMAN 1 Singaparna Muhammad Arif Hasan SPd MPd mengatakan, pada 2021 Kemendikbud mengganti sistem ujian nasional menjadi AN.

Namun intinya sama untuk pemetaan mutu pendidikan. “Maka sosialisasi tahap pertama ini untuk pengenalan pengganti UN yaitu AN. Materinya tentang numerasi dan literasi yang di dalamnya mata pelajaran semua masuk baik eksakta ataupun sosial,” katanya saat Sosialisasi dan Simulasi Ujian Berbasis Komputer Dalam Jaringan (UBKD) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk seluruh SMA swasta dan negeri di aula SMAN 1 Manonjaya, Rabu (21/10).

“Ter­masuk juga pendidikan karakter yang terwadahi di penilaian survei karakter,” tam­bahnya.

Artinya AN, lanjutnya, sebagai penilaian yang lebih sempurna untuk mengukur ke­mam­puan siswa. Karena hasilnya menjadi cerminan kualitas sekolah. Maka sebagai bahan refleksi untuk mempercepat perbaikan mutu pendidikan.

“AN bisa menumbuhkan kecerdasan pikiran sikap spiritual dan juga sosial” ujarnya.
Selain itu, karena AN ini ujiannya berbasis komputer dalam jaringan, maka kesempatan sosialisasi ini untuk memberikan saran, agar kepala sekolah mau untuk menambah bandwidth atau kapasitas internet di sekolahnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.