Ujikom Tentukan Kualitas Lulusan

151
0
ABADIKAN MOMEN. Rektor Uniga Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng (dua kiri) berfoto bersama Ketua Bidang Sertifikasi LSP P1 Universitas Telkom Sampurno Wibowo SE MSi (tiga kiri) dan jajaran Fakultas Ilmu Komunikasi usai kegiatan Selasa (22/5).

TAROGONG KALER – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Garut (Uniga) mendapatkan pembekalan tentang uji kompetensi (ujikom) dari Ketua Bidang Sertifikasi LSP P1 Universitas Telkom, di Kampus Fikom Uniga, Jalan Samarang Nomor 52A Tarogong Kelar Senin (21/5). Kegiatan itu bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Rektor Uniga Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng mengatakan pembekalan uji kompetensi tersebut, sebagai persiapan awal menghadapi ujian sebenarnya.

Kegiatan itu merupakan agenda wajib bagi calon lulusan ilmu komunikasi. Terutama untuk tiga bidang jurusan. Yakni humas junior, video editing dan audit komunikasi.

“Pembekalan ini diikuti seluruh mahasiswa ilmu komunikasi semester VI dan semester VIII,” katanya.

Menurut dia, uji kompetensi merupakan instrumen yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini. Tujuannya untuk memastikan lulusan berkualitas atau tidak. Juga sebagai bukti bahwa profesi tersebut sudah diakui atu belum.

Dalam uji kompetensi, lanjutnya, terdapat proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai standar profesi. Sehingga lulusan siap menghadapi tantangan global.

“Uji kompetensi merupakan sarana pembuktian. Apakah profesi atau keahlian kita diakui atau tidak,” tandasnya.

Syakur mengatakan uji kompetensi bukan hanya untuk mengejar selembar sertifikat. Lebih dari itu, uji kompetensi dilakukan untuk mendapat pengakuan dari pemerintah maupun masyarakat terhadap keahlian yang dimiliki.

“Dengan adanya ujian kompetensi ini, nantinya bisa membuktikan skill dan kemampuan kita saat terjun di dunia kerja,” paparnya.

Ketua Bidang Sertifikasi LSP P1 Universitas Telkom Sampurno Wibowo SE MSi menjelaskan uji kompetensi dapat dijadikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Sehingga, mereka akan siap menghadapi tantangan global.

“Nantinya, mahasiswa ini sudah siap sebagai sumber daya manusia yang handal, berkompeten, memiliki kualitas, berkarakter pribadi unggul mampu mewujudkan dalam mengembangkan masa depan,” paparnya. (yna/*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.