Ulama Ajak Masyarakat Sukseskan Program JKN

13
TUNJUKKAN. Ketua FPP Kota Tasikmalaya KH Nono Nurul Hidayat menunjukkan kartu kepesertaan JKN-KIS miliknya Jumat (9/8). Pihaknya mengajak masyarakat untuk menjadi peserta program JKN-KIS.

TASIK – Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Tasikmalaya KH Nono Nurul Hidayat mengajak masyarakat untuk menyukseskan program pemerintah Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Umara (pemerintah) telah menetapkan program Strategis Nasional Sistem Jaminan Sosial Bidang Kesehatan. Kami mengapresiasi program tersebut. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mentaati Allah, Rasul dan Ulil Amri (pemerintah),” kata KH Nono Nurul Hidayat kepada Radar, Jumat (9/8).

Lanjutnya, masyarakat Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia wajib mendukung dan mentaati apa yang telah diputuskan pemerintah. Salah satunya dengan ikut mendaftarkan seluruh anggota keluarganya dalam program JKN-KIS dan membayar Iuran tepat waktu. “Jika ada yang menunggak wajib membayar iuran karena tunggakan ini serupa dengan hutang yang wajib dilunasi,” katanya.

Maka dari itu KH Nono juga gencar mengajak masyarakat dan pimpinan pondok pesantren untuk bergabung dalam program JKN-KIS. “Kami sudah empat kali melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pimpinan pondok pesantren. Pertama di Kecamatan Kawalu, lalu di Cibeureum, Cipedes dan Purbaratu”, katanya. Dalam pertemuan tersebut, KH Nono mengajak masyarakat untuk menjadi peserta program JKN-KIS. “Demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Bagi yang belum menjadi peserta JKN-KIS, sambungnya, diharapkan untuk segera mendaftarkan diri. “Seperti halnya saya dan keluarga sudah cukup lama menjadi peserta BPJS Kesehatan dan mendaftar secara mandiri,” ujarnya. Dengan ikut serta dalam program Jaminan Kesehatan, berarti masyarakat telah patuh kepada Umara, juga telah berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

“Disebutkan dalam Alquran bahwa kita harus tolong menolong terhadap sesama. Maka dengan menjadi peserta JKN-KIS ini kita bisa membantu sesama yang sedang mendapat musibah sakit. Tentu hal ini sama halnya dengan sedekah,” katanya. Selain itu, dengan menjadi peserta JKN-KIS, maka ketika diberi ujian berupa sakit kita telah memiliki perlindungan jaminan. “Program ini sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya. (na/adv)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.