Umat Islam Kota Tasik Kecam Marcon & Serukan Boikot Produk Prancis

741
0
radartasikmalaya.com
Aksi umat Islam Kota Tasik mengecam Presiden Prancis, Rabu (04/11) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pidato Presiden Prancis, Emmanuel Marcon, belum lama ini, yang menghina Agama Islam dan Nabi Muhammad SAW, memicu kemarahan umat Islam di dunia termasuk di Kota Tasikmalaya.

Maka, Umat Islam Kota Tasik pun melakukan aksi, Rabu (04/11) siang, menyerukan memboikot semua produk Prancis.

Selain itu, Umat Islam Kota Tasik pun mengecam pernyataan Emanual Marcon yang menyinggung Islam.

Aksi yang disebut 411 Muslim Tasikmalaya Bela Rasululloh itu dilakukan ribuan umat Islam Kota Tasik di area batu andesit, depan Masjid Agung.

Massa tersebut berasal dari berbagai ormas Islam, komunitas, dan lain sebagainya.

Seperti Almumtaz, Brigade Thaliban, FPI, Majelis Mujahidin, Indoboxing, Pemuda Bulan Bintang, Forsil, LPPU, GPIS dan lain sebagainya.

Masa pun menilai, Emanuel Marcon termasuk kaum kafir Islamophobia yang tak henti-hentinya membenci dan memerangi Islam serta kaum muslimin.

Mereka juga melecehkan ajaran Islam, memfitnah dan menghina Nabi Muhammad SAW.

“Marcon telah melanggar HAM. Dia harus diadili di PBB,” tegas Pembina Almumtaz, KH Aminudin Bustomi kepada radartasikmalaya.com disela-sela aksi.

“Peryataan Marcon itu diharamkan oleh agama, dan darahnya halal. Kecuali dia syahadat. Aksi ini baru mukodimah melakukan sesuatu yang merupakan panggilan keimanan,” sambungnya.

Apalagi, tegas dia, Marcon telah jelas menghina Rasululloh dan orang yang dikasihi Allah dengan aneka kemuliaan. Maka umat Islam pun terpanggil untuk melakukan aksi.

“Ini aksi dari Tasik untuk dunia. Karena Marcon sudah mengusik kedamaian dunia. Jelas kita ajak boikot semua produk Prancis, dan keuntungan dari produk Prancis itu ada keuntungan untuk misi lain sehingga memicu perpecahan di dunia,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.