UMK 2021 Kota Tasik Direvisi

120
0

INDIHIANG – Beberapa waktu lalu pemerintah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Tasikmalaya untuk tahun 2021 masih sama dengan 2020. Namun Gubernur Jawa Barat sudah mengeluarkan keputusan baru perihal besaran UMK untuk semua daerah di Jawa Barat, Senin (14/12).

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.809-Yanbangsos/2020, UMK untuk Kota Tasikmalaya direvisi menjadi Rp 2.339.487. Nilai tersebut mengalami peningkatan di mana 2020 UMK Kota Tasikmalaya ada di angka Rp 2.264.093.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Tasikmalaya, H Rahmat Mahmuda mengatakan pihaknya sudah menerima surat dari provinsi itu. Diakuinya ada kenaikan besaran UMK dengan yang ditetapkan sebelumnya. “Ada kenaikan Rp 3,3 %,” ujarnya kepada Radar, Senin (14/12).

Baca juga : Kuota Penerima Bantuan dari Pemerintah Pusat di Kota Tasik Ditambah

Perubahan tersebut tidak bersifat mendadak, karena sebagaimana disebutkan sebelumnya kondisi ekonomi di berbagai daerah cenderung dinamis.

Terlebih saat ini pemerintah sedang melakukan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Dari awal memang kemungkinan berubah sudah ada,” katanya.

Dengan adanya perubahan tersebut, pihaknya akan melakukan komunikasi ulang dengan perusahaan-perusahaan yang ada. Karena hal ini perlu diketahui juga oleh para pengelola perusahaan.

“Nanti kita akan buat surat edarannya,” terangnya.
Kenaikan UMK ini menjadi angin segar bagi para pekerja. Namun di sisi lain menjadi tambahan beban untuk perusahaan di kala pandemi ini. “Tapi kita harap tidak sampai ada PHK atau pekerja yang dirumahkan lagi,” katanya.

Terpisah Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Yuhendra Effendi mengatakan kenaikan tersebut tidak lepas dari upaya rekan-rekan buruh. Sebelumnya, dia dan rekan-rekannya menolak penetapan UMK yang tidak ada kenaikan. “Kami saat itu menolak,” ujarnya.

Pihaknya pun sempat melakukan audiensi dengan pemerintah Kota Tasikmalaya serta Provinsi Jawa Barat. Akhirnya pemerintah pun mengeluarkan kebijakan baru. “Kenaikannya sekitar Rp 70 ribuan,” tuturnya.

Dari segi angka kenaikan, pihaknya mengaku tidak sesuai dengan harapan. Namun pihaknya pun paham saat ini kondisi ekonomi sedang kurang bagus. “Harapan kita bisa lebih besar lagi, tapi kalau lihat situasi ekonomi ya patut disyukuri,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.