UMK Garut Diusulkan untuk Naik

33

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Garut tahun 2019 mendatang diusulkan naik sebesar 9,89 persen dari upah yang diterima para pekerja saat ini.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Raden Tedi.

Usulan kenaikan UMK ini berdasarkan patokan data inflasi nasional serta pertumbuhan ekonomi nasional.

”Data tersebut sudah ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut dan hasil survei dewan pengupahan. Kita tinggal melaksanakannya sesuai aturan,” ujarnya kepada Rakyat Garut saat dihubungi melalui saluran teleponnya Jumat (2/11).

Tedi menerangkan dasar atau formula penghitungan kenaikan UMK tersebut mengacu kepada Pasal 44 Ayat 1 dan Ayat 2 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan UU No 13 Tahun 2003 serta dasar hukum lainnya tentang pengupahan.

Dimana, kata dia, besaran inflasi ditambahkan dengan besaran pertumbuhan ekonomi. Hasilnya 9.89 persen.

Kemudian dari angka tersebut dikalikan dengan UMK Kabupaten Garut yang sedang berjalan pada saat ini. UMK Kabupaten Garut tahun 2018 yang berlaku saat ini Rp 1.672.947, ketika dikalikan 9.8 persen atau (PDR kali Inflasi) hasinya sekitar Rp1.837.030.

“Jadi kira-kira UMK Kabupaten Garut Tahun 2019 yang kami usulkan hasilnya Rp 1.837.030,” ungkapnya.

Menurut dia, hasil rapat pleno dewan pengupahan dan rekomendasinya sudah diserahkan ke bagian hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut untuk ditandatangani bupati lalu diajukan ke Provinsi Jawa Barat.

“Hasilnya sudah dikirim ke setda, tinggal nunggu tanda tangan pak bupati dan nantinya akan diumumkan,” terangnya. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.