UMK Kota Banjar Belum Jelas, Nunggu Keputusan Gubernur Jabar

58
0
MENGECEK. Personalia PT APL Somantri membuka aturan kerja bagi karyawan Jumat (9/8). cecep herdi / radar tasikmalaya
MENGECEK. Personalia PT APL Somantri membuka aturan kerja bagi karyawan Jumat (9/8). cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Kenaikan Upah Minimum Kota atau Kabupaten (UMK) masih belum ada kejelasan. Dinas Ketenagakerjaan Kota Banjar belum bisa memberikan kepastian lantaran masih menunggu keputusan gubernur soal kebijakan kenaikan UMK tersebut.

“Kami juga masih menunggu keputusan pemerintah soal besaran UMK untuk tahun depan. Sejauh ini belum ada informasi untuk UMK. Tapi kalau untuk UMP sudah ada ketetapannya dari gubernur bahwa UMP Jawa Barat tidak ada kenaikan,” kata Personalia PT Albasi Priangan Lestari Somantri, Jumat (6/11).

Ia menjelaskan, jika ada kenaikan UMK pun, untuk kondisi saat ini perusahaan bisa mengusulkan untuk melakukan penundaan, dengan alasan kemampuan keuangan perusahaan belum mampu mengikuti atau menyesuaikan kenaikan. Namun kebijakan itu pun, kata dia, belum bisa dilakukan karena UMK tahun 2021 belum ditetapkan.

“Jika perusahaan belum mampu untuk menaikan gaji karyawan sesuai UMK, apabila UMK naik, bisa mengusulkan sepuluh hari setelah penetapan ke pemerintah bahwa perusahaan akan menunda dulu kenaikan UMK dengan beberapa persyaratan, salah satunya hasil audit keuangan perusahaan selama tiga tahun terakhir,” kata dia.

Baca juga : Positif Corona di Kota Banjar Terus Nambah, Total 79 Orang

Kepala Bidang Perlindungan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar Ading Ahmad mengatakan masih dilakukan survei kebutuhan hidup layak. Dengan penyempurnaan komponen dari 48 meningkat jadi 64 komponen, salah satunya beras, kaos dan kebutuhan lainnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat dan provinsi dalam penetapan UMK. Jika menerapkan formula baru UMK kemungkinan naik dari Rp 1,8 juta jadi Rp 2,4 juta lebih UMK tahun 2021. “Untuk Kota Banjar sendiri pada tahun berjalan ini besaran UMK yakni Rp 1.831.000. Sekarang masih menunggu kepastian dan keputusan resmi dari pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya Forum Solidaritas Buruh Banjar menuntut kenaikan upah minuman kabupaten/kota (UMK). Hal itu disampaikan saat audiensi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar di Aula Disnaker Kamis (1/10) lalu. Sekretaris Forum Solidaritas Buruh Banjar Endang Suryanto mengatakan para buruh menginginkan kenaikan UMK pada tahun 2021 lebih dari Rp 2 juta. Seperti diketahui, sebelumnya UMK hanya Rp 1,8 juta. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.