UMKM Lirik Pemasaran Online

Yayan Sutisna, pengrajin limbah batok kelapa (kiri) menunjukkan produk cangkir yang dibuatnya beberapa waktu lalu. Karyanya dipasarkan melalui online. (cecep herdi / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Kemajuan teknologi membantu para pelaku usaha memasarkan produknya lebih luas.

Hal ini yang dimanfaatkan Yayan Sutisna, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Cibeuerum Kota Banjar salah satunya.

Pemasaran melalui sistem online ini sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu. Hasil kerajinan limbah batok kelapanya bisa menembus hingga ke Bali.

“Pas awal-awal dipasarkan secara konvensional. Sekitar tiga tahun lalu sudah melalui online. Pembeli banyak dari mana-mana, minta pesanan seperti cangkir dan aksesori tangan. Paling banyak dipesan dari Bali, dijadikan oleh-oleh cinderamata mungkin di sana,” kata Yayan Jumat (14/9).

Mendaur ulang batok kelapa kemudian menjualnya secara online menjadi mata pencaharian satu-satunya.

“Dalam sekali kirim bisa mendapatkan keuntungan Rp 500 hingga Rp 2 juta. Ya memang cukup membantu kalau jual lewat online, kadang saya kewalahan menerima pesanan karena belum memiliki pegawai. Kalau dulu kendalanya pemasarannya bingung harus jual kemana,” ungkapnya.

Kepala Desa Cibeureum Yayan Sukirlan mendorong UMKM lainnya untuk terus berupaya memasarkan produknya.

“Saya dorong juga untuk UMKM dari produk yang lain untuk menjual melalui online, karena untuk pasar lokal sendiri kan terbatas. Ketika sudah dikenal luas saya berharap para pengusaha UMKM lebih sejahtera perekonomiannya,” harapnya. (cep)

loading...