Umtas Hadirkan Narasumber dari California State University Untuk Upgrade Wawasan Para Konselor

90
WORHSHOP. Ketua Prodi BK Umtas Aam Imaduddin MPd (kiri) bersama Prof Louis Down PhD NCC dari California State University, USA (ketiga kanan) dan perwakilan peserta di Ruang Papandayan, Hotel Horison Tasikmalaya, Senin (3/12).Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya

YUDANEGARA – Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) menggelar International Seminar and Workshop Mental Health and Trauma Counseling di Hotel Horison Tasikmalaya, Senin dan Selasa (3-4/12).

Kegiatan bertema Counseling to Strengthen Resilience and Well-being for Trauma Survivor itu menghadirkan narasumber dari California State University, USA, Prof Louis Down PhD NCC.

Ketua Prodi BK Umtas Aam Imaduddin MPd menerangkan seminar dan workshop tentang penguatan mental dan kesehatan korban trauma itu bagian dari respons atas bencana alam yang belakangan terjadi serta kasus-kasus kekerasan fisik dan psikis. Persoalan-persoalan itu kerap kali meninggalkan trauma bagi para korban. Maka dari itu, perlu ada peningkatan wawasan konseling traumatis untuk para guru Bimbingan Konseling (BK), relawan bencana dan lainnya.

Adapun Prof Louis Down PhD NCC dipilih menjadi narasumber pada kegiatan tersebut lantaran dia merupakan seorang pakar di bidang konseling traumatis. Sehingga ilmu dan informasi yang diberikan sangat penting. “Setelah workshop dua hari ini, Prof Louis juga akan mengisi kuliah tamu bersama para mahasiswa BK Umtas,” tutur Aam.

Setelah kuliah umum, kata dia, akan ada diskusi terkait kurikulum program studi BK dengan pengembangan konseling kesehatan mental. Hal ini sebagai penunjang program Umtas Go International pada 2025. “Ini peluang besar. Diskusi ini untuk membuka ruang semoga ada dukungan dari pihak lainnya sehingga program ini bisa berkelanjutan dan Umtas bisa bersaing secara global,” ujarnya.

Sementara peserta yang hadir dalam kegiatan itu, selain dari kalangan guru BK dan relawan bencana ada juga para konselor, psikolog, psikiater, dokter, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dan mahasiswa S1, S2, S3 jurusan BK. Selain dari Tasikmalaya, peserta ada yang berasal dari Bandung, Makasar, Jakarta, Palu dan lainnya. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.