UMTAS Tasik Edukasi Kesehatan Reproduksi Santri & Tegakkan Prokes di Pesantren

95
0
PELATIHAN. Dosen Kebidanan FIKes Umtas Sri Susilawati SST MKeb, tim Pondok Pesantren Al-Ittihaad, perwakilan puskesmas dan mitra berfoto usai pelatihan Konselor Sebaya tentang PKPR dan Sosialisasi AKB Pasca Covid-19.

TASIK – Dosen D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) melaksanakan kegiatan program kemitraan masyarakat di Pondok Pesantren Al-Ittihaad Purbaratu Rabu-Kamis (4-5/11).

Bentuk kegiatan dari program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah pelatihan bagi konselor sebaya, yang sebelumnya dilakukan pembentukan konselor sebaya dari santri putra dan santri putri.

Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) pasca covid-19 dengan memenuhi protokoler kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan program kemitraan masyarakat ini diinisisasi oleh Sri Susilawati SST MKeb, Winda Windiyani SST MKeb, Dewi Nurdianti SST MKeb dan Ade Kurniawati SST MKeb. Serta diketahui oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Sri Mulyanti MKep dan Ketua LPPM Dr Mujiarto ST MT.

Baca juga : Polisi Usut Terus Pencuri 4 Ban Mobil di Jalan Moch Hatta Kota Tasik

Dosen Kebidanan FIKes Umtas Sri Susilawati SST MKeb mengatakan, pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi merupakan faktor paling dasar yang mempengaruhi kesehatan reproduksi.

Pengetahuan ini terdiri dari pengetahuan tentang perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja, termasuk pubertas dan menstruasi, pengetahuan mengenai kehamilan, metode kontrasepsi dan HIV/AIDS serta IMS.

Remaja putri harus diberikan pemahaman yang tepat mengenai kesehatan reproduksi remaja, seksualitas, dan pubertas untuk membantu mereka menangani masalah kesehatan reproduksi remaja.

Permasalahan yang sering ditemui di pesantren khususnya di Pondok Pesantren Al-Ittihaad Sukajaya Purbaratu adalah keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja para santri di pesantren.

Ketidak tahuan tersebut berasal dari keterbatasan informasi tentang pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja.

“Dan dikhawatirkan warga pesantren belum terbiasa dalam pelaksanaan protokoler kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Oleh karena itu diperlukan pelatihan melalui pemberian informasi sekaligus praktik konseling mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja dan Penerapan Protokoler Kesehatan di Pesantren Al-Ittihaad Purbaratu,” jelasnya kepada Radar, Minggu (29/11).

Lanjutnya, kesehatan reproduksi remaja dan penerapan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19 sangat penting dipahami dan dilaksanakan oleh konselor sebaya sebagai fasilitator dalam menyampaikan kembali informasi kepada seluruh warga pesantren.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama yaitu pembentukan konselor sebaya santri remaja putra dan putri, dilanjutkan dengan penjelasan kegiatan pelatihan untuk hari kedua dan pembagian pelatihan kit.

Hari kedua berupa pemaparan materi mengenai kesehatan reproduksi remaja, pertumbuhan fisik remaja, perkembangan jiwa remaja, gizi remaja dan permasalahannya, penyalahgunaan NAPZA, serta sosialisasi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di pesantren.

“Keaktifan peserta pelatihan menjadi indikator keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu secara aktif, kreatif, dan inisiatif peserta mengikuti seluruh rangkaian acara, dilanjutkan dengan pelaksanaan praktik konselor sebaya melakukan konseling kepada teman sebaya sesuai dengan materi yang telah disampaikan,” paparnya.

Terlaksananya program kemitraan masyarakat oleh dosen dan mahasiswa ini, diharapkan bisa ikut berkontribusi langsung dalam pelaksanaan program puskesmas khususnya bagian UKS, dan warga pondok pesantren dalam upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri atau konselor sebaya dalam memahami kesehatan reproduksi remaja dan terlaksananya penerapan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19 di pesantren.

“Konselor sebaya yang telah melaksanakan pelatihan ini dapat mentransfer informasi/ilmu yang telah didapatkan kepada seluruh warga pondok pesantren. Sehingga peserta bisa lebih memahami dan mengaplikasikan hasil pelatihan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.