Unggah Meme Jokowi, Dipanggil PDIP

209
0

MANGKUBUMI – Ujaran kebencian, bullying dan olok-olok di media sosial (medsos) sulit diberantas, bahkan terus menjamur. Beberapa pelaku pun ada yang tidak menyadari bahwa menebar kebencian di dunia maya bisa dijerat oleh hukum.

Seperti halnya temuan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya terkait meme yang mendiskreditkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di medsos. Meme yang menyudutkan Jokowi itu diunggah oleh Paisal Akbar Aditya Senja (23), warga Tamansari Kelurahan Leuwiliang Kecamatan Kawalu pada 9 Maret. Meme itu berbentuk karikatur kepala Jokowi yang dilengkapi kalimat yang terkesan mengolok-olok orang nomor satu di Indonesia itu.

Paisal mengaku mendapatkan gambar itu dari posting-an temannya di medsos. Dia sendiri tidak memiliki tujuan politik karena bukan simpatisan atau pengurus partai mana pun. “Iseng saja, tidak ada maksud lebih jauh,” kata dia saat berada di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Rabu (13/3).

Pemuda yang kesehariannya bekerja di sebuah koperasi itu pun menyesali perbuatannya. Dia tidak menyangka bahwa apa yang dilakukannya berpotensi membuatnya terjerat hukum. “Menyesal, tidak akan mengulanginya lagi,” ujar dia.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kepler Sianturi mengatakan bahwa tim cyber DPC PDI Perjuangan banyak menemukan pengguna medsos yang mem-posting tulisan atau gambar bermuatan ujaran kebencian. Namun demikian, kebanyakan penggunanya menggunakan akun bodong tanpa identitas yang jelas. “Kalau secara keseluruhan kita temukan sampai puluhan, tapi yang akunnya asli baru terdeteksi empat,” katanya.

Pihaknya merasa sangat tidak nyaman dengan meme yang mengolok-olok kader dari PDI Perjuangan. “Tapi dengan iktikad baik dari Paisal ya kita hargai, dengan catatan tidak mengulanginya lagi,” tuturnya.

Dia menilai banyak pengguna internet yang belum bisa bijak dalam menggunakan medsos. Bahkan, tidak sedikit yang belum paham bahwa ujaran kebencian melalui medsos itu bisa berujung pada ranah pidana. “Kita juga sambil berupaya mengedukasi warga supaya bisa lebih bijak, terlebih sekarang tahun politik jadi serba sensitif,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.