Uniga Jalin Kerja Sama dengan Empat Universitas di Filipina

34
0
KERJA SAMA. Wakil Rektor Uniga Dr Ijudin (kanan) menjalin kerja sama dengan empat perguruan tinggi di Filipina beberapa waktu lalu.

TAROGONG KIDUL – Universitas Garut (Uniga) menjalin kerja sama dengan empat perguruan tinggi di Filipina. Keempat perguruan tinggi tersebut yakni Imus Institute of Science and Technology (IIST), Lyceum of Philiphinnes University (LPU) Manila, System Plus Colledge Foundation (SPCF) dan Tarlac Agricultural University Philiphinnes.

Kerja sama dengan empat perguruan tinggi tersebut dan diinisiasi oleh Asosiasi Dosen dan Ahli Republik Indonesia (ADARI) dilakukan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Ijudin SAg di Lyceum of Philiphinnes University (LPU) Manila, Filipina pada 14-16 Januari 2019.

Rektor Uniga Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng mengatakan kerja sama tersebut dilakukan untuk menghadapi persaingan global. Karena kedepannya institusi pendidikan dituntut untuk mampu berperan aktif, inovatif dan inspiratif, sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berdaya saing unggul. “Kerja sama internasional dengan perguruan tinggi seperti ini menjadi salah satu solusinya,” ujarnya.

Dengan kerja sama internasional, kata dia, akan terbangun sinergi dan kolaborasi ilmiah dengan perguruan tinggi di luar negeri, baik di bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian terhadap masyarakat. “Kalau kerja sama saat ini difokuskan pada program dan kegiatan-kegiatan konferensi, seminar dan workshop bersama, pertukaran profesor, dosen dan peneliti, publikasi ilmiah, belajar bersama e-learning serta mobilitas mahasiswa (program transfer kredit, program kursus singkat dan layanan masyarakat),” terangnya.

Dia berharap kerja sama yang dibangun tersebut memberikan kontribusi, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Ijudin Sag, MSi menambahkan kerja sama tersebut untuk perisapan Uniga menghadapi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang kedua kalinya (reakreditasi), di mana standar-standar yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) mengacu kepada standar internasional.

Oleh karena itu, kata dia, setiap perguruan tinggi harus melibatkan diri pada kegiatan-kegiatan tingkat internasional, seperti in­ter­nasionalisasi program studi, publikasi jurnal internasional, keterlibatan dosen pada se­minar internasional, pembelajaran jarak jauh atau cyber university, penggunaan ba­hasa asing dalam pem­belajaran dan lain sebagainya. Dengan demikian, keberadaan perguruan tinggi diakui secara internasional (international recognice). (yna/rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.