Uniga Kembangkan Sistem UBT dan U-Learning

155
0
KERJA SAMA. Rektor Uniga H Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan perusahaan North Star Developer’s Village (NSDevil) dari Korea Selatan Minggu (14/7). Uniga untuk Rakyat Garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Universitas Garut (Uniga) bersama Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG) akan mengembangkan teknologi Ubiquitous Base Test (UBT) dan Ubiquitos Learning (U-Learning). Kedua perguruan tinggi tersebut menjalin kerja sama dengan perusahaan North Star Developer’s Village (NSDevil) dari Korea Selatan.

Rektor Uniga Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng mengatakan kerja sama tersebut merupakan salah satu upaya Uniga untuk menyiapkan proses pembelajaran di kampus yang sesuai kebutuhan massa kini dan yang akan datang. Dengan adanya teknologi, nantinya mahasiswa tidak hanya bisa mengakses mata kuliah di perangkat selulernya.

“Teknologi ini untuk menjawab tantangan globalisasi pada era komunikasi yang serba cepat seperti saat ini. Jadi sistem pendidikan seperti ini perlu diterapkan supaya lebih efektif dan efisien,” ujarnya usai penandatangan kerja sama di Kampus STT Kecamatan Tarogong Kidul Sabtu (13/7).

Sistem pendidikan jarak jauh dengan teknologi itu akan segera diterapkan di Uniga dan STT Garut. “Kita akan terapkan secara bertahap dalam menerapkan teknologi pembelajaran ini,” katanya.

Sebelum diterapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa, dosen dan staf di kampus. Sehingga ketika diterapkan, semuanya bisa mengerti. “Sekarang baru deperkenalkan secara personal. Dalam waktu dekat kita berharap sistem pembelajaran ini mulai bisa disosialisaikan, baik kepada dosen maupun mahasiswa,” ujarnya.

Perwakilan NSDevil untuk Indonesia Kai Lee menuturkan teknologi Ubiquittous Base Test (UBT) merupakan suatu sistem tes atau ujian yang dapat dilakukan di mana saja dengan menggunakan tablet atau smartphone, sedangkan U-Learning adalah tren pembelajaran yang memadukan teknologi mobile

UBT dan U-Learning merupakan salah satu solusi bagi percepatan pengembangan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. “Kondisi globalisasi dan percepatan teknologi yang begitu cepat mendesak Indonesia untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut dan ini disadari oleh dunia pendidikan Indonesia khsususnya Kemenristek Dikti,” ujarnya. (yna/rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.