Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.3%

8.1%

67.3%

Uniga Siapkan Kuliah Daring untuk 1 Semester

63
0
RAMAH. Rektor Universitas Garut Dr Ir H Abdusy Syakur Amin ditemui di kampusnya. Uniga saat ini menyiapkan perkuliahan jarak jauh untuk mahasiswanya.

TAROGONG KALER – Universitas Garut (Uniga) menyiapkan perkuliahan jarak jauh atau daring untuk para mahasiswanya. Perkuliahan daring dilakukan sebagai upaya dalam meminimalisir penyebaran virus corona di lingkungan kampus.

“Saat ini kita sudah mulai persiapkan untuk perkuliahan daring. Untuk pelaksanaannya sama saja seperti belajar dari di sekolah seperti SMP atau SMA,” ujar Rektor Uniga Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng, kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/9).

Baca juga : Pencari Rumput Cabuli 2 Bocah Sekaligus di Sukawening Garut

Syakur menerangkan pelaksanaan perkuliahan daring akan dilaksanakan selama satu semester atau enam bulan. “Untuk alatnya (kuliah daring), kita sudah siapkan learning management system, dimana semua materi itu disimpan di web server kita,” ujarnya.

Untuk menyukseskan program kuliah jarak jauh, pihak kampus memberikan bantuan kuota kepada mahasiswa melalui pengurangan beban SPP sekitar 10 persen atau Rp 350 ribu.

“Kita kemarin melakukan pengurangan SPP satu semester sebesar 10 persen, diantaranya uang internet ditiadakan, beban listrik berkurang, meski kita juga dihadapkan pada pembangunan segala aspek di kampus, termasuk sarana dan prasarana, dosen,” katanya.

Untuk proses perkuliahan, pihak kampus sudah menyiapkan sistem belajar melalui dalam jaringan untuk satu semester. Kedepannya, Uniga juga sudah menyiapkan prosesi wisuda dengan penerapan protokol kesehatan. Dimana ketika wisuda dilaksanakan, hanya dihadiri oleh mahasiswa, tanpa orang tua.

“Kita sedang menyiapkan wisuda tanggal 24 Oktober, kalau tidak kondusif atau seperti kondisi saat ini kita lakukan physical distancing, yang hadir mahasiswa bersangkutan, orang tua tidak diundang untuk mengurangi kerumunan. Saat pelaksanaan juga kita akan lakukan penerapan protokol kesehatan,” terangnya. Jumlah mahasiswa yang akan diwisuda nanti sekitar 500 orang dari berbagai fakultas dan jurusan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong mengungkapkan pemberian bantuan kuota internet belajar untuk siswa akan diatur oleh pemerintah pusat. “Kita sudah melakukan pendataan ke pemerintah pusat, termasuk input nomor telepon seluler untuk diisi kuota,” katanya.

Baca juga : Kasus SOr Ciateul Garut Mulai Disidangkan

Para orang tua bisa mendaftarkan anaknya sebagai penerima bantuan kuota internet melalui sekolah, untuk kemudian diajukan ke pemerintah pusat.

“Terkait teknis pembagiannya nanti oleh pusat, karena itu melalui APBN. Tetapi kita juga tengah menjalin kerja sama dengan salah satu provider untuk penguatan jaringan, seperti di Gunung Jampang atau wilayah blindspot lainnya akan diperkuat dari sisi jaringan, sehingga anak-anak akan bisa mengakses internet di banyak titik, sekalipun di pelosok,” pungkasnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.