Unjuk Rasa HMI Ke PDAM Ciamis Sempat Diwarnai Kericuhan

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Aksi unjuk rasa mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis, ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Ciamis, diwarnai kericuhan, Kamis (13/9/2018). Massa yang menuntut rencana kenaikan tarif dasar air yang akan dilakukan PDAM CIAMIS dibatalkan, mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Aksi salaing dorong massa HMI dengan aparat pun sempat tak terhindarkan.
Koordinator Lapangan HMI Hendriawan Firmansyah dalam orasinya meminta agar PDAM untuk tidak menaikan tarif karena dinilai tidak rasional di tengah krisis ekonomi masyarakat saat ini.
“Dari pelanggan PDAM Tirta Galuh Ciamis sebanyak 27.098 orang, sangat tidak realiatis jika keuntungan per tahunnya hanya mencapai Rp 300juta dan kini malah akan menaikan tarif. Sangat memberatkan masyarakat. Kami minta rencana itu dibatalkan,” ucapnya dalam orasinya.
Hendri mengungkapkan, sebagai perusahaan Daerah, PDAM hendaknya memperhatikan keadaan ekonomi masyarakat saat ini. Tidak hanya profit oriented. Itu pun jika profitnya benar-benar realistis. Buktinya, nilai profit tersebut sangat tidak realistia dengan nominal Rp 300 juta per tahun.
“Sangat ironis sekali dengan pengakuan PDAM Tirta Galuh Ciamis, yang mengaku hanya untung Rp 300 juta setahun. Managmen PDAM mesti memperbaiki dulu managmen di internal perusahaan. Bila perlu, ganti dirutnya sekalian,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu tokoh ciamis H Tatang Aladin menyatakan setuju dengan aksi mahasiswa tersebut. Menurutnya, bukan saat yang tepat bagi PDAM untuk menaikan tarif. Menurutnya, langkah konkret yang harus dilakukan yakni perbaikan manajemen internal.
“Coba aja anda audit, jika dari 30 ribu pelanggan dan masing-masing membayar 30 ribu per bulan, jumlahnya berapa? Dikali satu tahun? Berapa nominal keuntungan yang didapat oleh PDAM?” Sergahnya.
Dia menyarankan agar PDAM memperbaiki manajemen, seperti adanya tim penagih kepada pelanggan-pelanggan yang menunggak agar pendapatannya bisa maksimal sehingga tidak malah membebani pelanggan lain. (Dd)

loading...