Unper Tasikmalaya Terapkan Kurikulum MBKM

81
0
Prof Dr H Yus Darusman MSi Rektor Unper Tasikmalaya

TAWANG – Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya menjadi perguruan tinggi sasaran (Pertisas) setelah mendapatkan program Detasering Gelombang II Tahun 2020.

Hal Itu berdasarkan pengumuman hasil seleksi dari Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemedikbud) dengan Surat Nomor 2361/EA/PT/2020 pada 10 November 2020.

Program Detasering tersebut dilakukan dari 16 November – 11 Desember 2020.

Lewat webinar series on Unper Academic Quality Enhancement dengan pemateri Prof Dr Arrijani MSi dari Universitas Negeri Manado, Dr Mochamad Aryono Adhi MSi dari Universitas Negeri Semarang, Ns Lita SKep MKep dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah.

Kemudian pemateri lainnya, membahas mengabdi dan berkarya melalui pengabdian kepada masyarakat yakni Tjakarde Walmiki Samadhi ST MT PhD dari ITB Bandung, Siti Asmaniyah Mardiyani SP MP Universitas Islam Malang dan Dr Muhmad Aryana Adhi MSi Universitas Negeri Semarang.

Rektor Unper Tasikmalaya Prof Dr H Yus Darusman MSi mengatakan sebagai perguruan tinggi sasaran (Pertisas) dalam program Detasering gelombang ke II Kemendikbud 2020.

Pihaknya berkesempatan untuk lebih profesional sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) meski baru lima tahun berdiri.

Dosen yang mengikuti kegiatan ini, bisa menambah pengalaman dan keahlian dalam menyusun pengembangan serta pemutakhiran kurikulum, pelatihan pengembangan teknik pembelajaran daring. Dan sosialisasi serta penyiapan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).

“Detasering dengan webinar ini, sebagai Pertisas atau perguruan tinggi muda yang membutuhkan pengalaman dari perguruan tinggi senior. Sehingga dapat belajar dan menantang bagaimana kita bisa mengimplementasikan kurikulum kampus merdeka-merdeka belajar di masa pandemi Covid-19,” katanya kepada Radar, Senin (30/11).

Selain itu, kata dia, bisa mengembangkan bahan penyuluhan dan buku teknologi tepat guna. Serta pandai menyusun proposal pengabdian masyarakat. Sampai bisa mengimplementasikan kurikulum MBKM dalam program KKN tematik.

“Sehingga otomatis bisa meningkatkan standarisasi dan klasterisasi perguruan tinggi swasta untuk menggapai prestasi,” ujarnya.

Ia pun mengimbauan sebanyak 71 dosen Unper Tasikmalaya yang menjadi peserta Pertisas, bisa manfaatkan kesempatan ini secara penuh, berangkatlah dari rasa ingin tahu dan keinginan untuk berinovasi dan kreatif.

“Setelah Detasering, saya akan mengundang dosen yang mengikuti Detasering di bidang kurikulum, para pemimpin MBKM agar melaksanakan bimbingan teknis dalam merumuskan dan sosialisasi kurikulum MBKM,” paparnya.

Baca juga : Kasus Positif Covid-19 di Kota Tasik Tembus 710 Orang

“Seluruh ilmu sudah didapatkan, silahkan di praktekkan sehingga bisa link match dengan industri dan kelembagaan pemerintahan,” katanya.

Penanggung Jawab Program Webinar Series on UNPER Academic Quality Enchancement, Nasrudin MSc menjelaskan para dosen Unper mengikuti kegiatan ini.

“Lewat kegiatan ini, kita mampu mengembangkan kurikulum MBKM. Sehingga bisa diterapkan dalam pembelajaran pengembangan teknik dan pembelajaran daring,” ujarnya.

Penanggung Jawab Program Mengabdi dan Berkarya Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat, Lystiana Nurhayat Hakim MPd menyampaikan pengembangan ke depannya dosen yang mengikuti bisa membuat draf buku teknologi tepat guna atau mencoba membukukan ber-ISBN.

“Sehingga peneliti dan pengembangannya mampu bermanfaat untuk diimplementasikan oleh orang lain. Misal dosen Unper membuat teknologi pertanian terbarukan,” katanya.

Selanjutnya, dengan dosen diajarkan tentang penyusunan proposal pengabdian masyarakat, diharapkan tahun 2021 dapat menerapkan KKN tematik yang diintegrasikan MBKM.

“Dengan begitu dosen mampu mencetak mahasiswa bisa menjalankan KKN dengan menghasilkan karya buku, poster, teknologi tepat guna. Artinya mereka bisa menciptakan produk yang inovatif dan kreatif sehingga bisa menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” pungkasnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.