Unsil Beri Pelatihan Inovasi Pembibitan Aren

13

TASIK – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil) melakukan program pengabdian masyarakat hibah Iptek bagi Inovasi Daerah (IbID) di Desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya Kamis (8/8).

Tim yang tergabung dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Penjamin Mutu Pendidikan  (LP2M-PMP) Unsil ini mengedukasi masyarakat tentang teknologi pengelolaan tanaman aren.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Nur Arifah Qurrota A’yunin MSc mengatakan kegiatan ini mengusung tema Edukasi Teknologi Pengelolaan Tanaman Aren dalam Rangka Pengendalian Kualitas Produk dan Menjamin Sustainability Produktif. Pihaknya memilih tema ini karena tanaman aren merupakan komoditas strategis baik di ekonomi, sosial budaya dan ekologi.

“Aren itu merupakan salah satu komoditas unggulan yang diprogramkan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Tasikmalaya, juga merupakan potensi daerah di desa setempat secara agronomis,” ujarnya kepada Radar, Minggu (11/8).

Dosen Unsil Dr Dedi Natawijaya menambahkan, beberapa materi yang disampaikan kepada warga di antaranya tentang pembibitan yaitu perlakuan khusus untuk benih, pembuatan media pembibitan, sortasi biji aren yang baik dan penetapan kualitas bibit aren yang baik.

Selain itu, warga juga diberikan edukasi terkait jenis-jenis produk gula palmae, kualitas nira dan produk gula yang baik, teknologi produksi gula aren cetak one portion ready to use, gula aren kristal, teknik pengemasan dan prospek pemasaran gula untuk ekspor.

Menurutnya, di Mandalagiri terdapat warga yang mengelola 500 pohon aren. Selama ini mereka tidak mengenal teknologi pembibitan aren secara buatan, sehingga perlu inovasi teknologi baru ini perlu dikenalkan.

Ia menambahkan, sebelumnya warga menjual gula per pack dengan isi 1,5 kg seharga Rp 15 ribu. Ketika menerapkan inovasi teknologi dalam proses pengolahannya, gula cetak dapat dikemas melalui smart packaging dengan isi 300 gram seharga Rp 15 ribu. Artinya ada peningkatan harga jual sebesar 5 kali lipat.

“Ini suatu potensi kearifan lokal. Maka teknologi inovasi dibutuhkan agar kearifan lokal ini tetap berdaya saing dan berproduksi secara berkelanjutan,” ujarnya (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.