Unsil Edukasi Persediaan Bahan Pangan Keluarga di Kabupaten Tasik saat Pandemi

42
0
SEMANGAT. Tim Pelaksana PbM KP Unsil mengedukasi civitas akademika SMK As-Saabiq Singaparna agar bisa menerapkan penyimpanan bahan pangan sesuai prosedur agar steril dari bakteri dan virus, beberapa waktu lalu.
Loading...

TASIK – Dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema Ketahanan Pangan (PbM – KP).

Bentuk kegiatannya yakni mengedukasi penyimpanan persediaan bahan pangan keluarga di Kabupaten Tasikmalaya pada masa pandemi Covid-19 .

PbM-KP ini dilaksanakan oleh Drs Syamsudin Arnasik MPd, Kurniawan SPd MM, Rd Roro Suci Nurdianti MPd dan Bakti Widyaningrum MPd di SMK As-Saabiq Singaparna dan Perumahan Cikadongdong Pratama Singaparna pada 9 dan 12 November 2020.

Ketua Tim Pelaksana PbM KP Drs Syamsudin Arnasik MPd mengatakan, di masa pandemi Covid-19 penting bagi masyarakat mengetahui prosedur pengendalian dan penyimpanan bahan makanan selama Covid-19.

Sehingga kualitas makanan tetap terjaga kebersihannya dan dapat menghemat anggaran belanja keluarga.

loading...

Baca juga : PbM-SK Unsil Kota Tasik Pasang Thermal Imager di Masjid Al Muhajirin

“Maka tujuan dari pengabdian ini untuk mengedukasi masyarakat khususnya wanita agar melakukan penyimpanan bahan pangan sesuai prosedur agar steril dari bakteri atau Covid-19 dan manajemen persediaan,” katanya kepada Radar, Sabtu (21/11).

Program edukasi ini agar meningkatkan kemampuan wanita dalam mengatur alur persediaan bahan pangan di rumah dan menjaga keamanan makanan tetap higienis. Di saat pandemi Covid-19 bisa menjadi ketahanan pangan keluarga.

“Pengabdian ini bisa menjadikan momen masyarakat untuk semakin jeli dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan serta dapat menghemat pengeluaran,” ujarnya.

Upaya tim pengabdian ketahanan pangan ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2M-PMP) Unsil.

Kegiatan ini dapat membantu keluarga dalam menerapkan penyimpanan bahan pangan terencana sehingga dapat menekan penyebaran pandemi Covid-19.

Anggota Tim Pelaksana PbM KP Unsil Rd Roro Suci Nurdianti MPd menjelaskan, beberapa hal yang perlu diterapkan untuk keluarga saat menyimpan persediaan makanan, antara lain beli bahan makanan di tempat yang terpercaya kebersihan dan keamanan makanannya.

“Terapkan personal hygiene. Cuci tangan dengan menggunakan sabun selama minimal 20 detik sebelum dan setelah menyentuh bahan makanan. Bersihkan kemasan luar makanan yang akan disimpan dengan menggunakan handuk/tisu yang telah diberi desinfektan atau air hangat yang diberi sabun,” katanya.

Alternatif lain, sambungnya, bahan makanan yang dapat bertahan lama di suhu ruang dapat didiamkan selama 72 jam. Pada 72 jam tanpa kontak, virus tidak dapat tumbuh dan berkembang.

“Lalu bersihkan area permukaan penyimpanan dan pengolahan bahan makanan (kulkas, lemari dan meja dapur, Red). Serta mesti menjaga kebersihan alat pengolah makanan secara rutin menggunakan desinfektan atau sabun,” ujarnya.

Selanjutnya, harus perhatikan juga tempat penyimpanan bahan makanan. Kata Suci, dapat dipisahkan sesuai golongan sayuran, bumbu makan, hewani, dan lainnya. Artinya bisa mengatur tempat bahan makanan yang perlu disimpan di kulkas atau disimpan pada tempat yang kedap udara saja.

“Simpan produk siap makan di kulkas sesuai petunjuk pada kemasan. Misal simpan sayur atau buah yang mudah rusak. Namun harus dibersihkan dan persiapkan agar siap untuk dimasak ketika disimpan,” katanya.

Kemudian, bahan makanan yang tersimpan di dalam kulkas kalau bisa menggunakan kontainer plastik agar tahan lama.
“Maka kami pun sudah membagikan kepada ibu-ibu tempat penyimpanan plastik makanan agar steril dan awet. Jumlahnya sebanyak 30 paket,” ujarnya.

Lalu dalam mengatur strategi pengolahan bahan makanan. Utamakan memasak yang tidak tahan lama, misal kangkung, wortel dan sawi. “Prioritaskan masak bahan makanan dari sayuran terlebih dahulu agar tetap segar dan sehat,” katanya.

Program edukasi ini mendapat respons positif dari para peserta. Guru SMK As-Saabiq Singaparna Herni Nurmayasari SPd menyampaikan, program ini sangat informatif dan banyak tips menerapkan prinsip manajemen persediaan bahan pangan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga bisa dipraktekkan di rumah.

“Saya mendapatkan pemahaman tentang cara penyimpanan makanan agar lebih hemat dan higienis. Dengan begitu keluarga saya bisa sehat,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.