Unsil Peduli Kesehatan Masyarakat, Cegah Covid-19 dengan Jamban Aman

53
0
SINERGI. Ketua Tim Pelaksana PbM SK Andik Setiyono SKM MKes (kedua, kanan) bersama tim pengabdian dan pimpinan Ponpes As Salam berusaha melawan Covid-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Jumat (30/10). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
SINERGI. Ketua Tim Pelaksana PbM SK Andik Setiyono SKM MKes (kedua, kanan) bersama tim pengabdian dan pimpinan Ponpes As Salam berusaha melawan Covid-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Jumat (30/10). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya mengadakan pengabdian bagi masyarakat skema kesehatan (PbM-SK) di lingkungan Pondok Pesantren As-Salam dan warga RW 01 Tawangkulon Kota Tasikmalaya. Kegiatan itu bertujuan melawan Covid-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tema kegiatan yakni Pengelolaan Feses/Jamban sebagai Pencegahan Penularan Covid-19 dan Sosialisasi Membiasakan Mencuci Tangan Pakai Sabun. Tim Pengabdiannya antara lain Andik Setiyono SKM MKes, Joni SEI ME Sy, Rinaldi Rizal Putra SPd MSc dan Trisna Wijaya SEI MESy.

Ketua Tim Pelaksana PbM SK Andik Setiyono SKM MKes mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan salah satu amanah tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan skema kesehatan (PbM-SK). Dalam kegiatan tersebut, tim dosen Unsil memberikan penyuluhan dan mengajak masyarakat agar memiliki jamban sehat dengan sistem pembuangan septic tank aman atau kedap dari bakteri E-coli.

“Dalam pengabdian ini kami memberikan penyuluhan yang tepat yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Salah satunya penggunaan feses/jamban yang baik dan benar sehingga tepat dalam mencegah penularan Covid-19,” katanya kepada Radar, Jumat (30/10).

Kemudian, lanjut Andik, agar program PHBS-nya berjalan pihaknya memberikan dua septic tank yang kapasitasnya 2.000 liter. Itu konsentrasinya kepada kelompok komunitas agar mampu mengelola tinja dengan baik dalam tata cara pembuangan di septic tank.

“Kami memberikan dua septic tank komunal untuk dua lokasi yakni Pondok Pesantren Asslam Gunung Roay dan masyarakat RW 01 Tawangkulon Kota Tasikmalaya. Diharapkan potensi pencemaran air berkurang,” ujarnya.

Dalam pengabdiannya itu, pihaknya membuat prosedur bagaimana pengelolaan feses yang tepat bersama mitra. Sebab, perilaku masyarakat yang masih membuang feses di sembarang tempat dapat memperparah pencemaran air tanah.

Loading...

“Lewat saluran tinja yang tidak aman akan meresap ke dalam tanah yang menyebabkan tercemarnya bakteri E-coli. Itu bisa-bisa rentan terpapar Covid-19,” katanya.

Selain itu, pihaknya terus mengajak masyarakat agar rutin mencuci tangan dengan benar. Dengan kebiasaan ini bisa membantu membunuh kuman dan virus yang mungkin ada di tangan.

“Maka kami mengajak agar budaya perilaku setelah buang air besar (BAB) di masyarakat harus dibenahi. Salah satunya dengan mau mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun,” ujarnya.

Pimpinan Ponpes As-Salam Kota Tasikmalaya KH Abdul Hamid menyambut baik kegiatan pengabdian berbasis kesehatan dari Unsil. Dengan begitu memperkuat masyarakat dan lingkungan pondok pesantren untuk tidak membuang BAB sembarang.

“Dengan adanya pengabdian Unsil, masyarakat menjadi lebih paham kebersihan dan mampu mengelola septic tank yang aman agar tidak menimbulkan penyakit,” katanya. Pihaknya pun menerima septic tank komunal dari pengabdian Unsil. “Dengan diberikan septic tank kami merasa terbantu, mudah-mudahan derajat kesehatan di pondok pesantren meningkat,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.