Untuk Kesehatan, Jepang Lebih Relevan

221
0
ISTIMEWA ABADIKAN MOMEN. Sebanyak 38 delegasi PTMA se-Indonesia berfoto bersama di Kinugawa, Jepang.

Perjalanan Ketua STIKes Mucis H Dedi ke Kinugawa, Jepang (2)

Tujuan utama kunjungan Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis H Dedi Supriadi SSos Skep Ners MMKes dan rombongan ke Jepang adalah untuk menjajaki kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di sana. Kunjungan itu juga menjadi ajang liburan untuk menikmati keindahan Negeri Sakura.

IMAN S RAHMAN, Ciamis

Rombongan PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisiyah) mengunjungi KBRI Jepang di Tokyo pada Senin (13/11). Delegasi 38 PTMA Kesehatan yang dipimpin Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Prof H Lincolin Arsyad MSc PhD itu diterima Minister Counselor Eko Junor dan M Abas Ridwan, serta Atdikbud Alinda.
Tujuan utama delegasi PTMA berkunjung ke Jepang adalah merintis kerjasama dengan universitas di sana. Menurut dia, dalam pertemuan itu Lincolin mengungkapkan bahwa di bidang kesehatan, Jepang lebih relevan diajak kerjasama ketimbang Eropa dan Amerika. Penyakit dan kultur Indonesia lebih cocok dengan negera itu.
Muhammadiyah berkomitmen mengembangkan bidang kesehatan, pendidikan dan pelayanan masyarakat seperti yang dicita-citakan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Karena itu, dalam kunjungannya ke Jepang, delegasi 38 PTMA bertemu dengan sejumlah perwakilan perguruan tinggi untuk menjajaki kerjasama.
Diantaranya International University of Helath and Welfare dan JICHI Medical University. Di samping puluhan prodi kesehatan, Muhammadiyah saat ini telah memiliki 10 Fakultas Kedokteran dan akan bertambah dua lagi. “Kami merasa bahagia, karena banyak ilmu yang berguna selama di Jepang untuk diterapkan di Indonesia,” ungkap Dedi Senin (20/11).
Dalam pengantarnya, kata dia, Alinda, Atdikbud RI di Tokyo juga mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan delegasi 38 PTMA yang dilakukan dengan cepat. Dalam kesempatan itu, Alinda mengharapkan rintisan kerjasama tersebut diikuti agenda aksi yang bermanfaat bagi perguruan tinggi di Indonesia. “Tentunya dengan uangkapan Alinda itu kami sangat berterimkasih karena telah sangat menyambut baik kedatangan kami,” ucapnya.
Selama di Jepang, Dedi mengaku menemui banyak hal yang mengagumkan. Mulai dari bangunan yang unik, gedung bersejarah dan jalanan yang bersih dari sampah. Di sana dia dan rombongan juga tidak pernah menemui adanya vandalisme atau coretan-coretan jahil dengan cat semprot. Setiap sudut kota di Jepang memiliki fasilitas umum yang lengkap. Termasuk did lam kereta api. Sehingga, penumpang dapat menikmati perjalanan dengan nyaman. “Banyak yang saya abadikan selama di sana, karena memang suasananya indah,” ungkap dia.
Menurutnya, Jepang menerapkan konsep yang sangat bagus dalam menata setiap kotanya. Dia pun seringkali merasa takjub dengan berbagai hal yang ada di sana. Waktu lima hari pun terasa singkat karena banyak daerah yang belum dikunjugi. “Makanya, saya selama di sana menciptakan tulisan yang berjudul Ketika Ayat-Ayat Allah Singgah di Kinugawa, Jepang,” pungkasnya. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.