Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Untuk Tanggap Bencana, Pemkab Ciamis Siapkan Dana Rp10 M

74
0
MENCOBA PERAHU. Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya bersama Dandim 0613 Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio MInt.Rel, MMDS dan Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis Sri Respatini SH M.Hum mencoba perahu saat apel siaga bencana Selasa (21/1) di Alun-Alun Ciamis. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CAMIS – Ciamis menempati urutan ke-16 di Indonesia dan ke-5 di Jawa Barat sebagai wilayah rawan bencana.

Pemkab Ciamis menyiapkan Rp 10 miliar untuk tanggap darurat bencana. Termasuk menyiagakan 1.000 personel gabungan untuk menangani bencana di daerah yang memiliki luas 1.434 km² ini.

Januari 2020, sebanyak 156 bangunan rusak. Terdiri dari rumah, sekolah, masjid dan bangunan lainnya.

Bangunan-bangunan itu dilanda bencana angin puting beliung, pergerakan tanah dan longsor.

Baca juga : Warga Kota Tasik Bisa Akses Internet Gratisan di Wilayah Ini, Dananya Rp6 M

Selasa (21/1), Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya memimpin apel siaga bencana.

Sebanyak 1000 personel gabungan hadir dalam apel di Alun-Alun Ciamis itu.

“Melakukan apel ini tidak lain salah satu kesungguhan kita da­lam penanganan apabila terjadi mu­sibah. Mudah-mudahan tak ada musibah di Ciamis,” ujar Herdiat.

Indeks kerawanan bencana Ciamis, kata Bupati, tinggi. Itu ber­dasar­kan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Untuk tingkat nasional, Kabu­paten Ciamis berada pada urutan ke- 16 dari 494 kabupaten di Indonesia, sedangkan untuk ting­kat provinsi, kita berada pada urut­an ke-5 dari 26 kabupaten/ kota se-Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.

Ciamis, kata Herdiat, rawan gempa bumi, tanah longsor, banjir, termasuk banjir bandang dan angin kencang.

Di saat yang sama, pengetahuan masyarakat tentang bencana masih rendah.

Hal ini menyebabkan makin tingginya risiko yang harus dihadapi.

Padahal, penanganan bencana memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat.

“Oleh karena itu tingkat ke­siap­­siagaan harus terus kita ting­­katkan agar kewajiban kita da­lam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman dapat diandal­kan secara efektif,” ujarnya.

Untuk itu sudah sepantasnya, kata dia, kegiatan gelar pasukan per­­lu dilaksanakan agar kemam­pu­­an semua komponen baik peme­­rintah, masyarakat dan sektor swasta senantiasa terpelihara.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.