Upah Jasa Pelayanan Telat

185
0

TAWANG – Upah jasa pelayanan kesehatan bagi pegawai RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya khusus pegawai tidak tetap (PTT) belum dibayar sejak September lalu. Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Soegandar SH mengaku heran dengan munculnya kasus ini.
Sebagai wakil rakyat, Rachmat mengaku banyak menerima laporan dan keluhan dari pegawai rumah sakit terkait belum turunnya upah jasa pelayanan. Untuk itu, dia mempertanyakan penyebabnya kepada pihak rumah sakit.
Jawaban yang diterima, kata dia, belum turunnya pembayaran dari BPJS Kesehatan atas pasien yang sudah dirawat. Namun setelah dikonfirmasi lagi ke BPJS Kesehatan, pembayaran kepada rumah sakit selalu lancar. “Jadi aneh, sebenarnya masalahnya ada di mana?” ungkapnya Minggu (12/11).
Jika memang ada tunggakan dari BPJS Kesehatan dengan jangka waktu yang lama, menurut dia, kondisi itu cukup janggal mengingat aturan mengharuskan klaim dilakukan sebelum lewat 15 hari. Hal ini pun menimbulkan kecurigaan adanya permasalahan manajemen keuangan di rumah sakit. “Entahlah siapa yang salah tapi ini harus dievaluasi,” tutur dia.
Belum terpenuhinya hak PTT, menurut dia, akan mengurangi semangat mereka dalam bekerja melayani masyarakat. Hal ini tentunya akan menurunkan citra rumah sakit sebagai lembaga pelayanan kesehatan. “Bagaimana bisa memberikan pelayanan prima jika hak mereka tidak dipenuhi,” katanya.
Dirinya juga sudah mendesak rekan-rekannya di Komisi IV memanggil RSUD dan BPJS untuk memperjelas duduk permasalahannya. Diharapkan pekan ini bisa segera dilaksanakan. “Supaya masalah seperti ini tidak terus berlarut-larut,” terangnya.
Hingga tadi malam belum ada penjelasan dari pihak rumah sakit terkait tersendatnya upah PTT. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat di nomor 081323766xxx, Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo dr Budi Trimadi belum memberikan respons. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.