Upah PTT Baru Dibayar

326
0
ilustrasi

TAWANG – Wakil Direktur Keuangan RSUD dr Soekardjo dr H Suherman MKN mengakui ada keterlambatan pembayaran upah jasa pelayanan kesehatan kepada pengawai. Pencairan honor pegawai tidak tetap (PTT) pun sama. Keterlambatan pembayaran ini akibat belum ada pembayaran dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.
Lalu, dia menjelaskan kronologis keterlambatan itu. Menurut dia, klaim kepada BPJS yang dilakukan pada 10 Oktober 2017 diharapkan bisa dibayar sebelum habis masa 15 hari kerja. Namun baru dibayar BPJS pada tanggal 7 November lalu dengan jumlah dana Rp 2,2 miliar.
Uang itu digunakan untuk pembayaran honor PTT, penggantian obat kronis dan rawat jalan. “Waktu itu kami harap tanggal 26 atau 27 sudah cair tapi nyatanya tanggal 7 November baru cair,” ujarnya.
Untuk upah jasa pelayanan kesehatan, terang dia, BPJS mencairkannya pada Jumat (10/11) pekan lalu dengan jumlah total Rp 2,6 miliar. Uang itu baru diambil Senin (13/11). “Kalau yang upah pelayanan kesehatan hari ini (kemarin, Red) baru bisa dibayar,” akunya.
Keterlambatan pembayaran dari BPJS, menurut dia, memang sangat berpengaruh bagi keuangan RSUD dr Soekardjo. Pasalnya, 80 persen pendapatan rumah sakit berasal dari pasien BPJS. “Sisanya, sepuluh persen dari Jamkesda dan sepuluh persen lagi dari pasien umum,” katanya.
Disinggung mengenai pernyataan anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan Rachmat Soegandar bahwa BPJS sudah membayarnya? Menurut dia, hanya kesalahpahaman.
Dia menyebut Rachmat Soegandar melakukan konfirmasi kepada RSUD dan BPJS di waktu yang berbeda. “Mungkin pas bertanya ke sini sebelum dibayar, waktu tanya ke BPJS pas sudah dibayar jadinya salah paham,” tuturnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.