Update Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda, 281 Tewas, 57 Hilang, 1.061 Luka-luka

21

JAKARTA – korban bencana tsunami di Selat Sunda, tepatnya di pesisir Banten dan Lampung Selatan terus bertambah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, hingga Senin (24/12/2018) pagi ini, terdata jumlah korban meninggal dunia mencapai 281 orang.

“Korban meninggal dunia 281 orang, luka-luka 1.061, dan 57 orang hilang,” ujar Sutopo saat diwawancarai Kompas TV.

Sementara, ekspedisi Uksa dan Sea Crest Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang selamat dari gelombang tinggi yang terjadi di pesisir Pesawaran.

Kelompok yang berjumlah 29 orang itu tengah melakukan penelitian di Desa Pulau Legundi. Saat ini mereka sudah kembali ke mess Pondok Pesantren Dinniyah Putri Lampung.

Menurut Maimun Saukat, salah satu guru di Ponpes Dinniyah Putri Lampung, rombogan mahasiswa, dosen dan alumnus Undip tersebut berangkat ke Pulau Legundi, Kamis (20/12/2018). Sebelumnya mereka menginap di mess.

”Mereka pergi didampingi Dodi, anak ibu Nurma Syukur (pemilik ponpes, Red) menuju Legundi,” kata Maimun kepada Radarlampung.co.id (Jawa Pos Group).

Tim Ekspedisi Uksa dan Sea Crest Undip dievakuasi menggunakan KP Perkutut milik Mabes Polri.

”Alhamdulillah, kondisi mereka saat ini baik-baik semua. Saat ini mereka sedang istirahat. Hanya trauma saja. Rencananya, satu dua hari ini kembali ke Semarang,” sebut dia. (ozi/ais/JPG)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.