UPI Tasik Cetak Mahasiswa Jago Wirausaha

69
0
ISTIMEWA. KOMPAK DAN KREATIF. Pengurus BEM Rema UPI Kampus Tasikmalaya sukses melaksanakan webinar dengan tema Let’s be Extraordinary by Edupreneur, Sabtu (24/10). Itu sebagai rangkaian Dies Natalis ke-66 UPI.
ISTIMEWA. KOMPAK DAN KREATIF. Pengurus BEM Rema UPI Kampus Tasikmalaya sukses melaksanakan webinar dengan tema Let’s be Extraordinary by Edupreneur, Sabtu (24/10). Itu sebagai rangkaian Dies Natalis ke-66 UPI.

TASIK – Mencetak mahasiswa berjiwa wirausaha kreatif di tengah pandemi Covid-19, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Rema UPI Kampus Tasikmalaya melaksanakan webinar dengan tema Let’s be Extraordinary by Edupreneur, Sabtu (24/10).

Presiden BEM Rema UPI Kampus Tasikmalaya Pajar Reza Pitria menyampaikan, pengetahuan edupreneur ini ditanamkan pada seluruh mahasiswa yang bertujuan untuk mengasah naluri kewirausahaan mahasiswa. Sehingga, setelah mereka lulus dapat menjalankan ide-ide bisnis yang pernah dikembangkan selama kuliah.

“Webinar ini sebagai upaya agar UPI Kampus Tasikmalaya ber­kembang dalam mencetak lulus­an mandiri. Jadi bukan hanya pen­didikan yang menjadi sorotan, ka­rena UPI juga bisa mencetak pen­didik yang berwirausaha,” katanya kepada Radar, Minggu (1/11).

Menurutnya, bukan mustahil bahwa UPI menjadi kampus yang unggul dalam mencetak pendidik dan wirausahawan. Makanya sejak dini, mahasiswa-mahasiswa ini diberikan gagasan kewirausahaan.

“Misi yang kini tengah BEM Rema lakukan untuk UPI Tasikmalaya adalah meningkatkan kualitas di bidang pendidikan juga kewirausahaan untuk Indonesia, bahkan dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Tim PkM UPI Kampus Tasikmalaya Dr Hj Epon Nur’aeni L MPd menjelaskan, UPI Kampus Tasikmalaya melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis Kewirausahaan. Itu sebagai program pengabdian berupa Pelatihan Digital Marketing berbasis Duo Helix untuk 20 mahasiswa Bidikmisi di kampusnya.

Tujuannya mem­bantu mahasiswa bidik­misi agar bisa mengajarkan masyarakat mandiri berwirausaha. Jadi bukan hanya pemerintah memberikan beasiswa saja.

“Mereka punya ke­mampuan akademik yang bagus. Sehingga program PkM ini niatnya membantu mencetak lulusan yang kreatif, mandiri dan pemutus rantai kemiskinan,” katanya. Kemudian, sebagaimana amanah Undang-undang, bagi penerima Bidikmisi diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat.

Hj Epon menambahkan da­lam program pengabdian ini dilaksa­nakan selama lima bulan, terhitung Juli hingga Desember 2020. Untuk rangkaiannya pelatihan dengan tiga tahapan yakni tahapan inkubator bisnis, studi kasus dan roll out pasar. “Nantinya, diharapkan akan lahir banyak wirausaha muda baru dari kalangan mahasiswa,” katanya.

Kemudian, PkM ini digelar dalam menyambut tren ekonomi digital yang terus berkembang. Lalu melihat peluang kebiasaan masyarakat berbelanja dengan digital. “Meskipun kegiatannya daring, berharap peserta dapat menyerap materinya. Sehingga mampu membantu UMKM di lingkungannya,” ujarnya.

Maka saat ini, sambungnya, peserta sudah masuk dalam ta­hapan studi kasus. Sebentar la­gi, mereka akan langsung praktik dan hadir membantu UMKM di Tasik­malaya. “Ke depannya juga bi­sa mengawal UMKM secara ber­kelanjutan,” sambungnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.