Pengelolaan Pasar Tradisional Bila PD Pasar Resik Dibubarkan

UPTD Oke, Swasta Patut Dicoba

33
NORMAL. Kondisi Pasar Induk Cikurubuk berjalan normal walaupun PD Pasar Resik akan dibubarkan Pemkot Tasikmalaya, Rabu (28/11).

CIHIDEUNG – Pengamat ekonomi Prof Dr H Kartawan SE MP menilai rencana pembubaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Resik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya merupakan langkah yang tepat. Apalagi bila kewenangan pengelolaan pasar tradisional dikembalikan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).

“Melihat hasil kajian kelayakan usaha dari operasional PD Pasar Resik, beberapa indikator menyatakan sudah tidak layak lagi. Sehingga, langkah pemkot mengalihkan pengelolaan terbilang baik,” ungkap Kartawan  kepada Radar, Minggu (2/12).

Menurut dia, apabila PD Pasar Resik dilanjutkan beroperasi, khawatir akan menghadapi persoalan lebih kompleks. Maka dari itu, opsi UPTD adalah keputusan yang bagus. Atau bisa saja pengelolaan pasar tradisional dikerjasamakan dengan swasta.

Keuntungan kerja sama dengan pihak ketiga, kata dia, bisa lebih profesional. Target kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun akan lebih jelas. “Lebih pasti berkontribusi terhadap PAD,” terang mantan Rektor Universitas Siliwangi ini.

Namun demikian, terang Kartawan, baik UPTD maupun pihak swasta bila memegang kewenangan mengelola pasar, tidak boleh melupakan komitmen pelayanan utama terhadap warga pasar sendiri. Sebab, saat ini para penghuni pasar tradisional itu kurang pembinaan dari PD Pasar Resik.

Sementara itu, Kartawan tidak sepakat dengan anggapan bahwa persoalan PD Pasar Resik itu akibat ketidakmatangan pemkot dalam mendirikan sebuah korporasi. Menurut analisisnya, persoalan PD Pasar Resik itu terletak pada miss management yang tidak pernah berubah dari masa awal hingga saat ini. “Seperti di awal itu terlalu banyak pegawai. Memang ada miss management yang terbawa terus sampai sekarang mungkin,” jelas dia.

Wawancara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Tasikmalaya Abdullah Ahyani menyebutkan sebenarnya PD Pasar Resik itu harus dibenahi dari sisi manajemen. “Mungkin karena sudah tidak tertolong dan diberi suntikan dana juga tetap seperti itu, maka pemkot memutuskan untuk bubar,” tandasnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.