Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.3%

67%

Usahanya Bangkrut, Ayah Satu Anak di Jamanis Tasik Gantung Diri di WC

11866
6
WARGA MEMAKAMKAN KORBAN GANTUNG DIRI
Warga menggotong jenazah korban gantung diri di Jamanis Kabupaten Tasik saat hendak dimakamkan, Jumat (21/08) sore. scrrenshot for radartasikmalaya.com

KABUPATEN TASIK – Diduga depresi karena usahanya bangkrut akibat Pandemi Covid-19, seorang ayah satu anak ini nekad mengakhir hidupnya dengan cara gantung diri di WC, Jumat (21/08).

Korban ditemukan istrinya dalam kondisi tergantung dengan kain terikat di leher sekira pukul 13.00 WIB.

Korban melakukan gantung diri dengan mengikatkan kain samping di kamar mandi rumahnya di Kampung Karanganyar, Desa Karangsembung, Kecamatan Jamanis, Kabuapten Tasikmalaya.

“Kejadiannya pukul 13.00 WIB. Korban ditemukan oleh istrinya yang akan ke kamar mandi,” ujar Kapolsek Jamanis, Polresta Tasikmalaya, AKP H Saeful Bahri kepada wartawan, Jumat (21/08) sore.

Terang dia, korban menggantung di palang bambu kamar mandi. Istri korban menjerit histeris ketika melihat suaminya sehingga mengundang perhatian tetangga.

“Para tetangga termasuk mertua korban dan ketua RT yang mendengar jeritan istri korban berdatangan. Ketika itu terlihat adanya orang meninggal dunia dengan cara gantung diri,” terangnya.

Beber Saeful, adanya kejadian tersebut warga melapor ke Polsek Jamanis, Polresta Tasikmalaya.

Pihaknya langsung melakukan olah TKP bersama unit Identifikasi Polresta Tasikmalaya.

Korban diturunkan dan diperiksa bersama petugas medis Puskesmas Jamanis.

Selain itu pihaknya pun meminta keterangan kepada sejumlah saksi-saksi.

Adapun keterangan dari saksi-saksi, korban mengalami depresi setelah tidak bekerja selama 3 bulan.

Dimana usahanya di Jakarta mengalami bangkrut karena Pandemi Covid 19. Korban pun beralih kerja sebagai burung angkut galon masih di Jakarta.

“Namun karena sepi akibat dampak Covid 19, korban pun pulang kampung,” bebernya.

Jelas Saeful, korban tadi masih sempat melaksanakan salat Jumat di masjid.

Diduga setelah melaksanakan salat Jumat, korban nekad melakukan aksi gantung diri.

Alat yang digunakan korban untuk melakukan aksinya, kain samping yang diikatkan ke palang bambu di kamar mandi. Ketika ditemukan jarak ujung kaki korban dengan lantai sekitar 1 meter.

“Karena kejadian tersebut dianggap murni kecelakaan dan hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, maka pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan autofsi,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

6 KOMENTAR

  1. Saya sebagai warga kp.karanganyar ds.karangsembung
    Merasa aksi sangat disayangkan, kepada sodara2ku mohon kuatkan iman sesungguhnya Rezeki sudah tertakar & tidak akan tertukar. Hindari depresi,nikmati setiap detik perjalanan hidup ini.#BersyukurKunciKebagiaan

  2. Astaghfirullohaladzim, Tasik byk kejadian mayat mengambang di kolam udah 2X , skrg bunuh diri karena dampak pandemi. Semoga Allah beri kekuatan Iman Islam kepada kita semua agar jangan sampai ada kejadian lagi. Tetap semangat berusahalah dgn cara apapun mencari rezeki besar/kecil yg penting halal .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.