Usai Ambruk, Dewan & HMI Pantau Pembangunan Kembali Atap IGD RSUD Ciamis

85
0
MEMERIKSA. Tim dari Pemkab Ciamis saat memeriksa atap bangunan IGD RSUD Ciamis yang ambruk bulan lalu. Atap bangunan tersebut akan segera diperbaiki. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Anggota Komisi C DPRD Ciamis dari Fraksi PKS H Uus Rusdiana akan memantau dan mengawal jalannya pembangunan kembali atap IGD RSUD Ciamis yang ambruk bulan lalu itu.

Uus berpesan kepada pemerintah agar pembangunan atap IGD menggunakan baja ringan (lagi) itu harus betul-betul sesuai perencanaan. Apalagi anggarannya sudah disiapkan Rp 800 juta.

“Saya akan mengawal pembangunan IGD RSUD Ciamis, harapan pelaksanaannya benar-benar sesuai spek. Jangan sampai asal-asalan,” kata Uus berpesan.

Komisi C berharap pembangunan IGD ini benar-benar memprioritaskan keamanan. Jangan sampai kejadian roboh terulang kembali.

“Saya harap juga evaluasi pembangunan gedung yang pakai baja ringan, seperti sekolah-sekolah, apalagi atapnya pakai genting, tentunya itu bahaya, karena beban berat dan bisa menimbulkan ambruk,” tuturnya.

Baca juga : Soal Ambruknya Atap Gedung IGD RSUD Ciamis, Begini Kata Polisi..

Terpisah Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis Aos Firdaus mengapresiasi kepada Pemkab Ciamis yang memprioritaskan pembangunan kembali atap IGD agar segera bisa dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

Namun tentunya pemerintah juga harus memprioritaskan pembangunan yang baik. Dia mengusulkan atap IGD yang roboh dibangun ulang menggunakan beton. “Kalau dibeton maksimal. Ketahananya hingga bisa bertahun-tahun,” ujarnya.

“Justru kami khawatir kalau pembangunan sederhana lagi, khawatir terjadi ambruk kembali,” kata dia. “Harapan, pemerintah bangunnya (atap IGD) pakai beton saja,” ujarnya saran.

Sebelum pembangunan kembali atap IGD, Aos menyarankan agar ada pengecekan lagi bangunan tersebut. Mulai fondasi, tiang dan lainnya. Jangan sampai, pembangunan yang akan menghabiskan anggaran Rp 800 juta malahan kena dampak lagi kalau ambruk, karena berbahaya bagi para pasien RSUD.

“Kami HMI akan kawal mengenai pembangunan yang sekarang,” kata dia menegaskan.

Praktisi konstruksi baja ringan Muhammad Bar menilai penggunaan baja ringan dengan penutup atap memakai multi roof diperkirakan akan lebih aman ketimbang baja ringan menggunakan genting.

“Saya rasa pakai baja ringan dan atasnya multi roof akan aman, tidak akan membahayakan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, sebelumnya, Pemkab Ciamis akan membangun kembali atap IGD RSUD Ciamis. Dananya Rp 800 juta. Ditargetkan akhir Desember 2020 pembangunannya tuntas.

“Rencana pembangunannya atapnya saja dulu yang penting teduh dulu, diganti dengan yang terbaru yakni masih pakai baja ringan, namun atapnya tidak pakai genting, namun pakai multiroof,” ujar Direktur RSUD Ciamis dr Rizali Sofyan kepada Radar, Kamis siang (12/11).

Rizali berharap ruang IGD lantai atas dan bawah bisa kembali digunakan. Termasuk, atap baru nanti harus menjamin aman dari ambruk lagi. “Semoga setelah selesai lebih aman dan nyaman kami beraktivitas,” harapnya.

Pihak RSUD Ciamis tidak mempermasalahkan atap IGD menggunakan baja ringan lagi karena genting multiroof lebih aman karena bebannya tidak seberat genting biasa.

“Tentunya harapan ke depannya bisa dibangun lebih permanen juga, namun upaya sekarang yang penting cepat dan nyaman. Bagian atapnya saja dulu (yang dibangun, Red),” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.