Usai Bentrokan Genk Motor Bersenjata Tajam Vs Warga Cihideung Balong, Ini Kata Kapolresta Tasik..

6934
14
BENTROKAN GENK MOTOR BERSENJATA TAJAM DENGAN WARGA CIHIDEUNG BALONG
Warga Cihideung Balong Kota Tasik bentrok dengan gerombolan bermotor yang bersenjata tajam, Minggu (09/08) sore. screen shot/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto mengatakan, kejadian di Cihideung Balong kemarin sore (09/08) berdasarkan informasi masyarakat bahwa gerombolan bermotor itu membawa senjata tajam.

Selain itu, kata Anom, gerombolan bermotor pun juga tak mengindahkan aturan kesopanan dalam berlalu lintas.

Yaitu tak pakai helm, memakai kenalpot bising, dan lain sebagainya.

“Maka dari itu aparat Kepolisian dalam hal ini Polresta Tasik sebagai aparat yang memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, kami imbau agar tak melakukan konvoi kendaraan dalam jumlah yang besar,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Senin (10/08) pagi.

Terang Anom yang ditemui di Mapolresta, jika menggunakan jalan maka gerombolan motor itu harus mematuhi tata tertib berlalu lintas.

Gunakan helm standar SNI dan gunakan juga knalpot standar.

Loading...

“Apabila hal ini tak diindahkan juga kami akan menegakkan hukum. Hal ini menjadi prioritas kami. Memang untuk knalpot yang tak standar akan kita tertibkan,” terangnya.

“Kemudian ada informasi juga ada beberapa laporan pengendara kemarin itu membawa senjata tajam. Pada saat itu kita cek TKP mereka sudah bubar,” sambungnya.

Tambah Anom, terkait soal senjata tajam ini sudah diatur dalam Undang-Undang darurat nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukumannya lumayan berat 10 tahun.

“Jadi buat apa bawa senjata tajam di Kota Tasik yang relatif aman. Saya tidak ingin ada kejadian serupa kepada pengendara sepeda motor pun juga kepada masyarakat umumnya,” tambahnya.

Jelas Anom, apabila ditemukan hal serupa lebih bagus dan bijaksana adalah menghubungi kami pihak Kepolisian dan pihaknya yang akan bertindak.

Hal senada dituturkan Kasatlantas Polresta Tasik, AKP Bayu Tri Nugraha Hidayat. Pihaknya sudah mengantisipasi agar kejadian kemarin tak terulang.

“Yaitu dengan membuat program kerja yang menjadi prioritas utama adalah penertiban knalpot bising bagi kendraan roda dan roda empat,” tuturnya.

Jelas dia, langkah pihaknya yaitu melalui sosialisasi dengan seluruh lapisan masyarakat selama tujuh hari kedepan.

Apabila sudah selesai sosialisasi di hari kedelapan pihaknya akan melakukan dakum (penindakan hukum) tentunya secara tepat sasaran.

“Kami akan tindak tegas terhadap pengendara motor yang knalpot motornya tak sesuai dengan standar pihak pabrik,” jelasnya.

Seperti kita ketahui, kemarin sore gerombolan bermotor hampir bentrok dengan warga Cihideung Balong, Cihideung. Bentrokan tersebut entah dipicu masalah apa.

Namun, satu motor yang diduga milik gerombolan bermotor tertinggal di lokasi kejadian. Kini motor tersebut telah diamankan di Mapolresta Tasik.

(rezza rizaldi)

Berita terkait :
Gerombolan Bermotor Bentrok dengan Warga Cihideung Balong Kota Tasik, 1 Motor Ditinggalkan
Loading...
loading...

14 KOMENTAR

  1. Knalpot bising itu keluarnya sore sampai malam hari, kalo pagi sampai siang hari tdk berani mereka karena pasti ada aparat, maka dari itu mohon Pak Polisi untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dgn patroli rutin

  2. Aku malam minggu nganterin tmn cewe.ke cilolohan..ada segerombolan..lalu satu orang nyamperin aku…lngsung mukul pke botol..kaya AM

  3. Operasi penertiban nya jangan parsial saja pa…setiap petugas gatur, harus berani razia knalpot bising, tangkap dan kandangkan motor nya…masyarakat siap membackup..tak ada kompromi utk genk motor dan gerimbolan punk..sikat habis, bentuk Timsus..Resik Tim misal

  4. “Buat apa bw senjata tajam kan tasik kota aman” ini statement menggelikan…mereka bw senjata tajam bukan krn merasa tdk aman tp krn ingin mengusik rasa aman orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.