Usai Dibunuh Bapaknya, Jasad Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Diangkut Pake Motor Sejauh 5 KM

288
0

TASIK – Sekitar sebulan lamanya sejak BR membunuh anaknya DS, sampai akhirnya ditangkap dan ditetapkan tersangka. Selama itu pula BR mengaku hidup tidak tenang karena takut perbuatannya diketahui polisi.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum tersangka Moch Ismail SH MH yang menyebutkan saat polisi menyelidiki kasus kematian DS, pelaku hidup tidak tenang.

Sebab bagaimana pun orang yang dibunuh itu merupakan darah dagingnya sendiri.

“Apalagi waktu dia (BR, Red) dimintai keterangan oleh polisi, semakin tidak tenang,” ujarnya kepada Radar, Jumat (28/2).

Meskipun kematian DS diakui BR akibat perbuatannya, namun hal itu terjadi secara spontan. BR menyebut tidak pernah berniat menghilangkan nyawa anaknya.

“Karena tujuan dia itu ingin membuat anaknya diam (tidak merengek meminta uang, Red), bukan mau membunuhnya,” ujar Ismail.

Baca Juga : Kasus Delis, Di Kota Tasik Siswa tak Ikut Study Tour tetap Bayar Sebagian, Bukti Kegagalan Pendidikan

Disinggung adakah keterlibatan orang lain? sejauh ini BR menyebutkan dirinya hanya sendirian melakukan aksinya saat membunuh anaknya. Sebagaimana diketahui BR mengangkut mayat anaknya dengan cara diikat menggunakan kabel.

“Dia hanya sendiri, tidak ada yang membantu,” katanya.

Saat membawa jenazah DS, tersangka memang melintasi jalur pusat kota seperti halnya Jalan Rumah Sakit, Jalan Pataruman bahkan melintasi Jalan HZ Mustofa sepanjang 5 kilometer. Namun saat itu cuaca sedang hujan deras sehingga tidak ada yang memperhatikannya.

“Tapi meskipun hujan, tetap saja dia ketakutan ada yang menyadari kalau yang diboncengnya itu adalah mayat,” katanya.

Dalam kasus ini polisi juga melibatkan psikolog untuk memeriksa tersangka. Hal ini menyikapi adanya pengakuan BR bahwa dirinya punya masalah dengan ingatannya.

Psikolog Endra Nawawi Mpsi mengatakan BR memang memiliki emosi yang tidak stabil. Namun dia perlu mendalami lebih lanjut apakah ini akibat kasus tersebut atau memang bawaan sebelumnya.

“Kita lihat emosinya tidak tenang,” katanya.

Baca Juga : Wali Kota Tasik: Disdik Harus Evaluasi Program Study Tour! Kasus Delis Harus Jadi Contoh

Meski demikian, hasil pemeriksaan sementara, secara mental BR masih punya kesadaran. Hal itu dibuktikan dengan kemampuannya berkomunikasi dengan orang lain termasuk penyidik.

“Sementara ini, dia masih bisa diajak komunikasi, dan dia mengaku menyesali perbuatannya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, polisi akhirnya membeberkan duduk perkara kasus pembunuhan DS, siswi SMPN 6 Tasikmalaya yang jenazahnya ditemukan di gorong-gorong. Pelakunya ternyata adalah BR (45), ayah kandungnya sendiri.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengatakan dari hasil penyelidikan, petunjuk mengarah kepada BR. Polisi pun mengamankannya pada Selasa dini hari (25/2) dan menetapkannya sebagai tersangka.

“Tersangka atas nama BR, ayah kandung korban,” ujarnya dalam konferensi pers Kamis (27/2).

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.