Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.2%

70.4%

Usai Ikuti Pengajian UAS di Kota Banjar, Pria Ini Ngaku Disiram Air Keras oleh Pria Misterius

1724
0
radartasikmalaya.com
Saeful Rohman korban penyiraman air keras oleh pria misterius seusai ikut pengajian UAS di Pondok Pesantren Miftahul Ihsan Kelurahan Situ Batu Kota Banjar, Selasa (15/09) malam. screen shoot/ radartasikmalaya.

CIAMIS – Salah seorang jamaah pengajian Ustadz Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Miftahul Ihsan Kelurahan Situ Batu Kota Banjar, disiram bahan kimia oleh orang yang tak dikenal (misterius), Selasa (15/09) sekitar pukul 22.00.

Akibatnya, muka korban, Saeful Rohman (45) yang warga Cirebon ini melepuh. Dia disiram tepat di Jalan Cimaragas Kabupaten Ciamis. Kini korban masih mendapatkan perawatan di RSUD Kota Banjar, dan sejauh ini korban belum lapor polisi.

Saeful Rohman (45) menceritakan kronologisnya. Saat itu dirinya usai mengikuti pengajin UAS di Kota Banjar.

“Usai pengajian, saya jalan kaki sendirian menuju minimarket di Jalan Cimaragas. Tiba- tiba muka ada yang menyiram bahan kimia hingga panas,” ujarnya kepada radar.

“Jadi saat ada yang menyiram kurang kelihatan jelas apa pakai motor atau jalan kaki, apakah satu orang atau dua orang. Karena saya hanya merasakan muka panas dan dibawa oleh warga ke RSUD Kota Banjar. Muka saya panas pak,” sambungnya.

Dihubungi terpisah lewat telepon, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banjar Furkon mengatakan, pasien yang diduga korban penyiraman air keras usai mengikuti pengajian akbar UAS di Pondok Pesantren Miftahul Ihsan Kelurahan Situ Batu Kota Banjar ini, sedang dirawat di ruang UGD. Korban mengalami luka di bagian muka dan di kedua matanya.

“Sekarang pasien akan diperiksa oleh dokter mata. Karena lukanya parah di bagian mata,” kata Furkon.

Korban merupakan warga Madura. Namun ketika daftar ke RSUD untuk dilakukan penanganan berasal dari Cirebon.

“Katanya dari Madura, tapi di pendaftaran dari Cirebon. Kita fokus dulu penanganan medisnya karena kondisi luka yang dialami korban di bagian muka perlu penanganan instensif,” tuntasnya.

(cecep/ iman s rahman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.