Usai Libur, Sekolah Pakai Tenda

222
0

SINGAPARNA – Pascabencana gempa bumi 7,3 Skala Richter (SR) yang disusul 6,9 SR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya menerima laporan lebih dari 300 ruangan sekolah dasar (SD) rusak kemarin (19/12). Mayoritas kerusakannya pada bagian dinding, atap dan plafon.
Kepala Bidang (Kabid) SD Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Drs Kartiwa MPd mengatakan ruangan rusak yang dilaporkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) itu terdiri dari rusak ringan, sedang dan berat. “Bahkan ada bagian atap yang memang rusak dan ambruk,” katanya saat dihubungi kemarin (19/12).
Menurut dia, walaupun kondisi ruang kelas hanya retak-retak tetap harus diperbaiki. Karena menyangkut keselamatan manusia. “Yang paling kami harus antisipasi apabila ruang belajarnya rusak berat dan jauh dari tempat sementara pengganti ruang belajar,” ungkap dia.
Dari hasil pengecekan ke lapangan, terang dia, ruang kelas yang rusak berat benar-benar mengkhawatirkan. Bahkan ada ruangan yang bila diguncang gempa lagi akan ambruk. Adapun sekolah-sekolah rusak yang sudah dicek olehnya itu di antaranya SDN 5 Salawu, SDN Puspasari, SDN Pondokwaru dan SDN Cikareo. Semuanya ada di Kecamatan Salawu. “Itu ada yang rusak berat, ringan dan sedang,” tutur dia.
Untuk tanggap darurat, terang dia, pihaknya sudah mengusulkan tenda sementara ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tasikmalaya untuk mengganti ruang kelas rusak. Tenda ini nantinya akan digunakan belajar siswa setelah masa libur selesai.
Disdikbud, terang dia, akan terus berupaya agar 300 ruangan rusak tersebut bisa segera masuk program perbaikan. Di samping itu pihaknya juga meminta sekolah untuk memperbaiki secara bertahap agar kerusakan ruangan kelas tidak semakin parah. “Kalau memang yang kondisinya sudah rusak berat dari pada berbahaya untuk keselamatan tidak boleh digunakan,” paparnya.
Sementara, jelas dia, untuk memverifikasi data ruangan kelas rusak, Disdikbud akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim UPT juga terus bergerak untuk mendata kerusakan. “Mudah-mudahan besok (hari ini) selesai laporan itu sehingga bisa kita serahkan ke BPBD,” tandasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Tasikmalaya Ria Supriana menyatakan data kerusakan sara sekolah yang baru masuk ke BPBD yakni satu SMK dan SMA, satu SMP, 17 SD, satu TK dan tiga pesantren. “Sementara data ada 24 sarana pendidikan yang mengalami kerusakan,” katanya.
Menurut dia, kerusakan sekolah itu kebanyakan di bagian atap. Bagi yang memakai baja ringan ataupun kayu. Namun, yang paling rusak pada atap berbahan kayu. “Kebanyakan rusaknya plafon dan dinding,” tutur dia. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.