Usai OTT, Pihak SMPN Kota Banjar Kembalikan Pungutan, Ini Kata Tim Saber Pungli..

1224
1

BANJAR – Setelah terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim saber pungli, pihak sekolah SMPN di Kota Banjar mengembalikan uang Rp200 ribu yang dipungut per siswa.

Yang peruntukannya guna keperluan ijazah dan raport siswa yang tidak tercover biaya Bantuan Operasional Siswa (BOS).

Pengembalian itu dilakukan secara bertahap kepada 200 lebih siswa kelas sembilan

“Dibertahukan kepada orang tua siswa kela lX, bahwa sesuai dengan hasil rapat komite pada Selasa (16/6) yaitu biaya yang diperuntukan untuk kebutuhan siswa akhir tahun 2019/2020 sebesar Rp200 ribu akan dikembalikan kepada bapak/ibu sesuai jumlah yang telah dibayarkan,” tulis surat undangan yang ditandatangani Kepala Sekolah SMPN di Banjar, AH

Waktu pengembalian pun dilaksakanakan hari ini (Rabu) secara bertahap dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan pengaturan jadwal bertahap mulai dari kelas 9A sampai 9H.

“Pengembalian dengan catatan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak,” dalam keterangan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMPN Banjar AH mengatakan, uang telah dipungut dikembalikan secara bertahap.

Baik untuk keperluan ijazah raport maupun uang untuk perpisahan. “Ya dikembalikan semua, bertahap. Jadi nanti tidak ada lamintating, pas foto, sampul. Pengembalian ini hasil rapat dengan komite,” katanya.

Sementara itu Ketua UPP Saber Pungli Kota Banjar Kompol Drs Ade Najmulloh mempersilahkan pihak sekolah yang sudah memungut uang kepada siswa/ orang tua jika ingin mengembalikannya lagi.

Namun proses hukum pasca operasi tangkap tangan (OTT) salah satu pegawai SMP tersebut terus diproses.

“Saya mendapat laporan bahwa pihak SMP tersebut akan mengembalikan uang Rp200 ribu hari ini, Rabu (17/6). Sedangkan yang Rp150 ribu nya dikembalikan kemarin Selasa (16/6),” ujar Kompol Ade.

“Silahkan saja untuk melakukan pengembalian uang pungutan tersebut saya menyambutnya dengan baik. Namun proses penyelidikan terus dilakukan dan proses hukumnya akan digelar dulu oleh Pokja Yustisi yang terdiri dari unsur Polri, Jaksa dan Pemrintah. Nanti akan mendengar saran pendapat,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan, OTT saat itu berdasar aturan yang jelas. Saber Pungli juga tidak akan gegabah untuk melakukan penangkapan.

“Silahkan saja kritisi. Tidak jadi masalah. Yang jelas Saber Pungli juga memiliki dasar hukum. Sekolah yang lain yang melakukan pungutan yang sama tidak di OTT, kami bukan pilih kasih namun belum ‘kebagian’ saja,” terang Kompol Ade.

(Cecep Herdi)

Baca juga : Kepsek & Bendahara SMPN di Kota Banjar Ditangkap Polisi, Diduga Pungli Uang Perpisahan

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.