Ustaz Abdul Somad Minta Polisi Tangkap Penyebar Videonya, “Itu Video 3 Tahun Lalu”

193
Ustad Abdul Somad

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Polisi diminta mengusut dan menindak secara hukum orang yang menyebarkan video ceramah Ustaz Abdul Somad yang menyebut orang yang melakukan bom bunuh diri sebagai mati syahid. Menurut Ustaz Abdul Somad video tersebut dipotong sehingga makna isinya menjadi multitafsir.

“Saya tegaskan ya, itu video ceramah saya tiga tahun lalu. Saya memang sebut bom bunuh diri adalah mati syahid tapi dalam konteks perang, bukan aksi yang terjadi belakangan ini,” tutur Ustaz Abdul Somad di salah satu tv swasta, Selasa (15/5/2018).

Dia menjelaskan, di zaman nabi dan para sahabatnya, ketika peperangan terjadi, para pejuang Islam melakukan aksi bom bunuh diri juga. Namun, aksi ini dilakukan ketika dikepung musuh sehingga para syuhada ini rela mengorbankan nyawanya.

“Aksi para syuhada ini bukan bom bunuh diri tapi bom mati syahid. Jadi ceramah saya bukan untuk kasus sekarang. Islam itu rahmatan lil alamin jadi melarang membunuh orang yang tidak berdosa,” tegasnya.

Ustaz Somad pun merasa dirugikan dengan penyebaran video ceramahnya yang sudah diedit oleh pihak tidak bertanggung jawab. Dia mendorong kepolisian untuk mengusut pembuat dan penyebar videonya itu.

Selain di TV swasta, Ustadz Abdul Somad juga mengkalrifikasinya lewat video. Berikut klarifikasinya:

Dua hari ini video saya menjawab pertanyaan di (Masjid) An-Nur lebih kurang 2-3 tahun yang lalu diviralkan lagi tapi video itu di-cut, dipotong. Saya masih ingat tempat lokasi masjid itu An-Nur (dalam) kajian subuh, Sabtu.

Pertanyaan jemaah pakai kertas waktu itu, apa pendapat ustaz tentang bom bunuh diri di Palestina?

Lalu saya menjawab bahwa jangan katakan itu bom bunuh diri tapi katakanlah itu gerakan mati syahid, karena saudara kita di Palestina itu bukan bunuh diri tapi mati syahid.

Lalu video itu dipotong ketika beberapa saat yang lalu ada meledak bom panci di Kampung Melayu, video itu viral, lalu yang belakangan ini di (bom) Surabaya (video) viral lagi. Nanti ada kompor orang meletup viral video itu lagi. Perlu diluruskan.

Beda antara di Palestina dengan luar Palestina. Apa bedanya? Karena Nabi membedakan antara nonmuslim yang di Makkah dengan nonmuslim yang Madinah.

Sedangkan Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Syofyan sebelum masuk Islam yang ada di Makkah itu tidak. Apa bedanya dengan di Madinah itu damai. Sedangkan yang di Makkah itu perang. Sehingga tidak boleh kita sweeping, pukul rata.

Nonmuslim yang ada di Palestina, Yahudi, Israel, Zionis itu adalah harbi (wilayah musuh). Buka surat Al-Mumtahanah Ayat 8. Kalau mereka yang nonmuslim itu tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu tidak memerangi kamu, maka kata Allah kamu boleh buat baik pada mereka dan bersikap adil.

Kenapa ini tidak berlaku di Palestina? Karena orang Israel sudah melanggar dua hal. Orang Israel memerangi Palestina dan mengusir orang Palestina. Jadi jangan digeneralisir. Jangan dipotong. Nah, ini mending kita klarifikasi.

Nah, bagaimana dalilnya bahwa orang Palestina yang meledakkan diri di tengah kerumunan tentara Israel itu. Kenapa dia mati syahid. Mana dalilnya?

Buka Shahih Muslim. Saya bacakan. Ketika Nabi sedang berada dengan sahabat, pada Perang Uhud tahun ketiga. Waktu itu Nabi terkepung oleh kafir Quraisy yang diserang dari Makkah pimpinannya Abu Sofyan.

Datang mereka ke Kota Madinah, menyerang. Saat itu, kondisinya perang. Kemudian, salah seorang di samping Nabi ini, musuh di depan, di samping Nabi ada 7 orang Anshor. Lalu apa kata Nabi?

‘Siapa di antara kalian ini yang berhasil mengusir gerombolan orang kafir Quraisy itu, maka mati syahid dia. Dia akan bersama aku di surga’. Maka masuklah satu per satu pasukan Nabi ini ke gerombolan, dapat dipastikan mati, karena dia sendirian masuk, sementara barisan musuh itu ramai. 90% mati.

Lalu kemudian, dia tebaskan pedangnya, banyak tentara musyrik itu meninggal dan dia juga meninggal mati syahid. Jadi bukan dalam keadaan aman, bukan dalam keadaan bertetangga lalu meledakkan diri. Ini tidak begitu keadaannya.

Lalu apa komentar Imam Syafi’i? Dalam Kitab Al-Umm Juz 4 Surat 69. Kalau ada seorang laki-laki dalam keadaan terkepung lalu kemudian dia dengan pedangnya, dengan tombaknya, menceburkan dirinya ke dalam segerombolan musuh pasti akan mati, tak mungkin ada risiko lain. Maka kata Nabi dia mati syahid dan perbuatannya itu dibenarkan, dia tidak bunuh diri.

Apa kata Al-Ghazali? Kalau ada seorang muslim, sendirian, tunggal, diambil tombaknya, diambil pedangnya masuk ke satu shaf kafir musyrik diperanginya. Walaupun pasti dipastikan mati, maka kata Imam Al-Ghazali perbuatannya itu boleh mati syahid.

Bagaimana dengan ulama zaman sekarang. Syekh Yusuf Al Qaradhawi dalam fatwanya, jangan kalian katakan itu gerakan mati konyol tapi mati syahid.

Bagaimana dengan Syekh Al-Bani, ketika ditanya bagaimana dengan orang Palestina yang membawa bom diledakkan dirinya di tengah pasukan Yahudi yang ingin membantai Masjidil Aqsa, apa hukumnya beliau itu?

Perbuatan ini bukan bunuh diri. Seorang muslim membunuh dirinya karena ingin melepaskan dirinya dari miskin, susah, penyakit, dibunuhnya dirinya itulah yang mati konyol.


(esy/one/pojoksatu)

loading...