Ustaz Haikal Hasan Ditangkap? Ini Penjelasan Novel Bamukmin

650
0

JAKARTA – Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin membantah kabar bahwa Ustaz Haikal Hasan ditangkap polisi dan langsung dideportasi.

Meski tak menyebutkan pasti sedang di negara mana, tapi Novel Bamukmin memastikan bahwa Haikal Hasan masih di wilayah Jazirah Arab.

Pengacara dari Forum Advokat Antipenistaan Agama dan Ulama yang juga pengacara Haikal itu mengaku, dari kabar terkair yang didapatnya, ia memastikan kabar penangkapan Haikal adalah hoax.

“Karena memang saya pengacaranya beliau juga. Beliau masih ada keperluan di Jazirah Arab,” kata Novel dikutip PojokSatu.id dari Detik.com, Rabu (29/5/2019).

Novel sendiri mengakui bahwa sebelumnya Haikal Hasan menunaikan ibadah umrah dan telah dirampungkannya.

Akan tetapi, lanjut Novel, kliennya itu saat ini masih melakukan safarai dakwah.

“Sudah (selesai umrah). Sedang juga safari dakwah. Beliau sehat wal’afiat,” ucap Novel.

Kendati demikian, Novel juga mengakui bahwa saat ini dirinya tidak bisa secara langsung berkomunikasi dengan Haikal Hasan.

Satu-satunya komunikasi dirinya dengan Haikal harus melewati perantara orang khusus.

“Untuk kontak dengan beliau saat ini, ada orang yang khusus menghubungi beliau,” jelas Novel.

Novel menyebut, selain ke Arab Saudi, Haikal juga dijadwalkan pergi ke Yaman untuk berziarah.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menjadwalkan panggilan pemeriksaan terhadap Haikal Hasan pada Kamis 16 Mei 2019 lalu.

Akan tetapi, ia keburu ke Arab Saudi dengan alasan menunaikan ibadah umrah.

Haikal Hasan dilaporkan caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Jawa Timur 11, Achmad Firdaws Mainuri.

Haikal diduga menyebarkan informasi palsu atau berita hoax melalui media elektronik.

Selain itu, ia juga dilaporkan dengan tuduhan Kejahatan Penghapusan Diskriminasi SARA dengan nomor laporan Polisi: LP/B/0447/V/2019/Bareskrim ter tanggal 9 Mei 2019.

Haikal Hasan diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena diduga telah menyebarkan informasi hoaks melalui media elektronik.

Ia juga diduga melanggar Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 15 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207 KUHP.

(ruh/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.