Ustaz Maaher Meninggal di Rutan Bareskrim, Polisi Beber Kronologinya

25
0
Ustaz Maheer saat dijenguk oleh para sahabatnya ketika dirawat di rumah sakit. foto: inet/istimewa
Loading...

JAKARTA – Ustaz Maaher At-Thuwailibi, yang tengah menjalani proses hukum, meninggal dunia pada Senin (8/2) sekitar pukul 19.00 malam di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

Kabar meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau yang memiliki nama asli Soni Eranata ini pun Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Ustaz Maaher meninggal karena sakit. “Soal sakitnya apa, tim dokter yang lebih tahu,” ujar Argo.

Diungkapkan Argo, Ustaz Maaher meninggal dalam status sebagai tahanan kejaksaan  karena berkas perkaranya sudah masuk tahap II di Kejaksaan. “Jadi perkara Ustaz Maaher ini sudah masuk tahap II dan menjadi tahanan jaksa,” kata Argo.

Namun, sebelum penyerahan tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan, Maaher sempat mengeluh sakit.  Kemudian petugas rutan termasuk tim dokter membawanya ke RS Polri Said Soekanto, Jakarta Timur.

“Setelah diobati dan dinyatakan sembuh, yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim,” ungkap dia.

loading...

Kemudian setelah barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa, Maaher kembali mengeluh sakit. Petugas rutan dan tim dokter pun kembali menyarankan agar Maaher dibawa ke RS Polri untuk mendapatkan perawatan, tetapi Maaher tidak mau hingga akhirnya ustaz tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rutan Bareskrim.

SAMPIKAN DUKA CITA

Meninggalnya Maaher At-Thuwailibi pada Senin (8/2) ternyata meninggalkan duka bagi pendakwah Ustaz Yusuf Mansur. Ia menyebut Ustaz Maaher sebagai sosok sahabat yang baik hati.

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Selamat jalan sahabat saya. Insyaallah husnul khatimah,” tulis Ustaz Yusuf Mansur melalui akun Instagram miliknya. Yusuf Mansur mengatakan tidak menyangka Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia secepat ini. Apalagi menurut Pendiri Pondok Pesantren Darul Qwuran tersebut,  beberapa hari dirinya masih sempat berkomunikasi.

“Sekian hari yang lalu, masih komunikasi, tentang beberapa hal,” bebernya.

Ia pun kemudian mengajak follower dan fansnya untuk mendoakan Maaher At-Thuwailibi. Baginya mendiang merupakan pribadi yang baik hati dan dermawan semasa hidup. “Mari kawan-kawan, kita doakan beliau,” pintanya.

Ustaz Derry Sulaiman pun menyatakan turut berduka atas meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim Polri, pada Senin (8/2).

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan sahabatku, usai sudah perjuanganmu di dunia ini,” tulis Ustaz Derry di Instagram miliknya.

Mantan gitaris band Betrayer ini juga memberikan kesaksian bahwa Ustaz Maaher semasa hidupnya merupakan orang baik dan saleh. “Aku bersaksi, Ustaz Maaher adalah orang baik, orang saleh, semog husnul khatimah. Al fatihah,” serunya.

Ustaz Derry pun mendoakan almarhum supaya segala kesalahannya diampuni oleh Tuhan. “Semoga Allah ampunkan semua khilaf dan dosa,” harapnya.

Seperti diketahui sebelumnya pada awal Desember 2020, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Ustaz Maaher terkait unggahan ujaran kebencian di akun pribadinya @ustadzmaaher_ di Twitter. Maaher ditangkap untuk menindaklanjuti adanya laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020.

Maaher ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap Habib Luthfi. Dia dijerat Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. (bbs/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.