Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran Siap Gelar Tes CPNS

Usulkan 6.000, Dijatah 536 Kuota

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Pemerintah Ka­bu­paten Tasikmalaya dan Pa­ngandaran siap menggelar pe­laksanaan tes CPNS tahun ini, kedua wilayah ter­sebut masing-ma­sing men­dapatkan ku­ota 536 ba­gi Kabupaten Ta­sikmalaya dan 447 untuk Ka­bupaten Pangandaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen mengungkapkan pada seleksi CPNS tahun ini, Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan 536 kuota dari 6.000 usulan ke pemerintah pusat. “Ya kita bersyukur, masih diberikan kuota. Sebab sempat terancam tidak mendapatkan jatah seiring masih besarnya anggaran belanja pegawai,” ujar M Zen yang ditemui Radar di kantornya, Rabu (12/9).

Alokasi 536 kuota tersebut, kata dia, paling besar diperuntukkan bagi tenaga pendidikan, kemudian tenaga kesehatan. Sisanya bagi kuota staf, analis perencanaan dan tenaga administrasi yang akan disebar di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). ”Insyaallah akan kita tempatkan secara merata, artinya seluruh kebutuhan dinas yang kekurangan pegawai akan diisi meski pun hanya satu atau dua pegawai,” tuturnya.

Terkait honorer K2, kata dia, pihaknya hanya mengakomodir tenaga honorer di lingkungan pendidikan dan kesehatan saja. “Itu pun yang boleh ikut seleksi harus sesuai persyaratan yakni batas usia per 1 Agustus 2018 di bawah 35 tahun,” ungkapnya.

Ditambah, honorer K2 yang bisa ikut tes tahun ini yakni honorer dengan kualifikasi pendidikan S1 dan pernah mengikuti tes CPNS tahun 2013. ”Jadi yang diakui BKN itu, honorer K2 yang pernah ikut tes CPNS 2013 saja ,” paparnya.

Menurut Zen, jika melihat data honorer K2 Kabupaten Tasikmalaya yang masuk kriteria diatas, kemungkinan kuota yang akan diterima lebih banyak. ”Tapi setelah dilihat kembali, banyak K2 yang usianya di atas 35 tahun termasuk kualifikasi pendidikannya tidak masuk,” terangnya.

Sementara itu, Kabupaten Pangandaran mendapat jatah kuota CPNS sebanyak 447 dari 650 usulan yang diajukan ke KemenPAN-RB. Kuota 447 tersebut akan dialokasikan bagi kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya.

”Untuk detail jumlah alokasi kebutuhannya baru akan dikaji dengan Baperjakat dan Kepegawaian, takutnya ada kebutuhan yang belum terakomodir,” ujar Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada wartawan di sela acara hajat laut di Pangandaran, Rabu (12/9).

Sementara untuk syarat honorer K2, kata Jeje, maksimal berusia dibawah 35 tahun dan ijazahnya tahun 2013. ”Jadi kalau sebelumnya berarti tidak bisa ikut tes, bila dengan pembatasan usia saja saya kira banyak yang sudah lewat,” ujarnya.

Namun dia berjanji akan mengonsultasikan kembali kepada BKN maupun KemenPAN-RB mengenai syarat honorer K2 tersebut. ”Termasuk dengan alokasi dari sisi kebutuhan kita, itu juga akan dikonsultasikan ulang,” ucapnya.

Sebab, saat ini total jumlah honorer K2 di Kabupaten Pangandaran mencapai 312 orang, 207 orang diantaranya merupakan tenaga pendidik dan 54 orang bekerja di bidang kesehatan, sisanya tersebar di beberapa SKPD.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran Muhlis mengatakan pembukaan pendaftaran CPNS tahun 2018 akan dimulai tanggal 19 September. ”Untuk jumlah formasinya memang baru kita terima pada Senin (10/9) dan akan diserahkan ke bupati,” jelasnya.

Ancam Mogok Kerja
Ketua Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tasikmalaya Nasihin SPdi mengungkapkan persyaratan yang diatur dalam tes CPNS menjadi sebuah tamparan besar bagi honorer K2 baik di pendidikan maupun kesehatan. ”Ini sangat menampar terhadap perjuangan kami, kenapa pemerintah membuat aturan tersebut,” tanyanya kepada Radar, kemarin.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mencoba meminta kepada BKD Kabupaten Tasikmalaya agar merevisi persyaratan tes CPNS bagi honorer K2. ”Intinya kami menolak tes CPNS jalur umum, dan akan melakukan aksi mogok kerja. Jika tetap standar batasan usia dan kualifikasi pendidikan tersebut menjadi persyaratan,” ungkap Nasihin.

Langkah mogok kerja ini, kata Nasihin, sebagai bentuk protes terhadap ke dzaliman pemerintah terhadap honorer K2 di Kabupaten Tasikmalaya yang jumlahnya mencapai 1.502 orang. ”Paling yang masuk kategori persyaratan tes CPNS bagi K2 tidak lebih dari 100 orang,” pungkasnya. (dik/den)

loading...