Usulkan Nama Mantan Bupati, Pemkab Tasik Tampung Usulan Penamaan Jalan Ciawi-Singaparna

156
0
Tatang Farhanul Hakim

SINGAPARNA – Mantan Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim mengusulkan untuk penamaan Jalan Ciawi-Singaparna mengambil nama-nama mantan pejabat daerah yang sudah meninggal, seperti Mantan Bupati Tasikmalaya Adang Roesman atau Wakil Bupati Dede S Uron. Karena, kedua tokoh tersebut mempunyai peran besar dalam menyumbang pikiran ketika merencanakan pembangunan jalan tersebut.

“Menamai jalan itu harus berhubungan dengan pemikiran yang memiliki perjuangan di situ. Jadi kedua tokoh ini (Adang Roesman dan Dede S Uron, Red) punya peranan penting dalam pembangunan jalan ini,” ujarnya kepada Radar, Rabu (17/12)

Tatang bersama Adang Roesman dan Dede S Uron merumuskan untuk pembuatan jalan baru yang bisa menghubungkan Ciawi dan Singaparna. Akhirnya terealisasi pembangunan jalan dengan panjang sekitar 23 kilometer ini.

“Waktu itu, saya jadi bupati, Pak Dede wakil dan Pak Adang Roesman merencanakan dan merumuskan pembangunan jalan Ciawi-Singaparna,” ujarnya.

Menurutnya, memang ada beberapa alternatif untuk penamaan Jalan Ciawi-Singaparna, di antaranya nama-nama pejabat yang sudah meninggal, tapi mempunyai sumbangsih pemikiran. Kemudian, bisa juga menggunakan nama pahlawan Tasikmalaya.

Terpisah, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tasikmalaya Cecep Rostata mengatakan, untuk penamaan Jalan Ciawi-Singaparna, kewenangannya ada di Dinas Perhubungan.

“Nanti Dishub yang mengajukan nama-nama jalan yang tentunya berdasarkan ajuan dari masyarakat, tokoh dan lainnya,” ujarnya.

Memang, kata dia, semua harus dibahas, dimusyawarahkan dan dirapatkan terlebih dahulu dengan matang. “Tidak bisa asal, karena harus ada maknanya seperti apa jalan tersebut. Jika sekarang misalnya diberi nama jalan KH Zaenal Mustafa itu kan pahlawan. Jadi untuk nama jalan baru ini harus ada maknanya,” katanya.

Lanjut dia, apabila ada usulan dari masyarakat dan juga tokoh ditampung terlebih dahulu. Namun, usulan nama tersebut harus disertai dengan dasar dan makna dari nama tersebut. “Ini harus betul-betul dikaji. Nama jalan itu tidak sembarangan karena nanti juga akan di perdakan,” katanya.

Lanjut dia, sejauh ini memang jalan itu banyak disebut Jalan Cisinga, karena menghubungkan Ciawi-Singaparna. Namun, penamaan itu belum resmi dengan payung hukum peraturan daerah. “Nama Cisinga sementara, yang resminya belum,” ujarnya, menjelaskan. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.