Usulkan Rp 8 M, Disetujui Rp 2 M

252
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA SIMBOLIS. Pencanangan Open Defecation Free (ODF)/ Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dilakukan secara simbolis dengan perusakan MCK tradisional oleh Dinas Kesehatan dan unsur Muspika Kawalu Selasa (19/12).

KAWALU – Sampai saat ini belum semua warga Kota Tasikmalaya sadar kebersihan. Masih ada warga yang membuang limbah hasil buang air besar sembarangan. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melakukan deklarasi dan pencanangan kelurahan Open Defecation Free (ODF)/ Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di Lapangan Kersamenak Kecamatan Kawalu Selasa (19/12).

“Kelurahan Gunungtandala ini menjadi pionir, deklarasi gerakan ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya H Cecep Z Kholis kepada Radar usai deklarasi gerakan hidup sehat tersebut.

Ke depannya Dinkes akan melakukan hal serupa di kelurahan-kelurahan lainnya agar warga melakukan pola hidup sehat. Warga jangan membuang limbah kotoran ke kolam atau sungai. “Kalau yang buang airnya sakit diare dan tinjanya masuk sungai bisa menyebar ke orang lain,” tuturnya.

Ke depannya pihaknya akan melakukan pendataan masyarakat yang masih sembarang membuang limbah tinja. Mereka juga akan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa dana stimulan untuk membangun pembuangan limbah tinja. “Bisa itu untuk keluarga atau untuk beberapa keluarga dengan membuat tempat pembuangan umum,” tuturnya.

Disinggung soal anggaran dari program pembangunan limbah tinja itu, tahun ini Dinkes sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 2 miliar. Adapun untuk anggaran 2018, pihaknya mengajukan dana Rp 8 miliar, namun angka yang disetujuinya tetap Rp 2 miliar, “Kita ajukan Rp 8 miliar karena rencananya upaya yang dilakukan bisa langsung di beberapa kelurahan,” terangnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.