Utang Bulog Bengkak, Serapan Beras Turun

16
0

JAKARTA – Perum Bulog menurunkan serapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari petani dalam negeri tahun 2020 hanya sebesar 1,6 juta ton. Serapan itu turun 200 ton dari target 2019 yang sebesar 1,8 juta ton.

Selain itu, Bulog juga tak bisa memenuhi target serapan beras tahun yang sebesar 1,8 juta ton. Sebab, realiasi penyerapan beras per 18 November 2019 baru tercapai 1,14 juta ton atau 63,6 persen dari target.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengatakan, penurunan pengadaan beras lantaran utang Bulog yang membengkak.

“Bukan tidak mau, tetapi kami akan terbebani dengan utang kalau kami menyerap dalam jumlah banyak. Karena sampai sekarang belum ada jaminan untuk pengganti uang,” ujar Buwas di Jakarta, kemarin (21/11).

Pasalnya, sampai saat ini posisi utang Bulog hampir menyentuh Rp28 triliun.

Lebih jauh Buwas mengungkapkan, pemerintah hanya menyalurkan dana pengganti serapan CBP per tahunnya sebesar Rp2,5 triliun. Dana tersebut hanya bisa digunakan untuk menyerap 250 ribu ton beras petani rakyat. “Dana Rp2,5 triliun (menyerap) setara 250 ribu ton beras,” ucap Buwas.

Loading...

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, meminta pemerintah mendorong pemerintah segera memberikan penugasan kepada bulog dalam menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pangan pokok tahun depan. Tak hanya beras, tapi juga jagung, kedelai, gula dan daging.

Selain itu DPR juga sepakat agar para Aparatur Sipil Negara, TNI dan Polri, serta karyawan BUMN untuk menggunakan beras Bulog. “Pemerintah juga harus segera menyusun kebijakan yang bersifat mandatori agar beras yang diproduksi Bulog wajib fortifikasi,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, dalam penyerapan beras dari petani rakyat Bulog perlu modal dari pinjaman bank dengan bunga komersial. Pasalnya, menurut PMK 88/PMK.02/2019 modal penyerapan beras dari pemerintah baru bisa dicairkan ketika penyerapan sudah direalisasi.(din/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.