Utang Pemerintah Turun Tipis

16

JAKARTA – Posisi utang pemerintah pusat hingga Juni 2019 tercatat sebesar Rp 4.570,17 triliun. Uang ini turun tipis sekitar Rp1 triliun dibanding bulan sebelumnya yang sebesar Rp 4.571,89 triliun.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan utang tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena masih tahap aman.

“Masih posisi aman. Utang dilaksanakan sesuai UU APBN,” katanya di Jakarta, Kamis (18/7).

Merujuk UU Nomor 17 tahun 2013 tentang Keuangan Negara. Dikatakan pada Pasal 12 ayat 3 bahwa defisit anggaran dibatasi maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sedangkan jumlah pinjaman dibatasi maksimal 60 persen dari PDB.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan, penurunan utang sebesar Rp 1 triliun hanya sementara. Dia memprediksi penurunan terjadi hanya satu bulan.

“Penurunan utang pemerintah sebesar sekitar Rp 1 triliun pada bulan Juni menurut saya bersifat sangat sementara. Bukan sebuah tren. Kalau tren penurunan itu berlangsung selama beberapa bulan atau dalam periode yang cukup panjang. Ini hanya terjadi satu bulan. Dan penurunan ini bisa terjadi ketika utang jatuh tempo lebih besar daripada tambahan utang pada bulan yang bersangkutan,” ujar Pieter.

Pieter menjelaskan, utang pemerintah sendiri trennya tetap akan meningkat. Hal ini jelas terlihat di APBN yang setiap tahunnya selalu mengalami defisit dan utang menjadi penambal defisit tersebut.

“Setiap tahun pemerintah melakukan utang untuk menutup defisit serta juga untuk menutup utang-utang yang jatuh tempo. Dengan hitungan seperti ini jelas setiap tahun utang pemerintah akan selalu bertambah,” ujar dia.

Menurut dia, kenaikan utang pemerintah sebenarnya sangat wajar dan itu memang konsekuensi dari defisit APBN.

Dia kembali menjelaskan, meskipun utang pemerintah terus bertambah namun bukan berarti pengelolaan utang tersebut buruk.

“Pengelolaan fiskal kita yang tercermin di APBN dan juga utang pemerintah sudah baik. Dilakukan dengan sangat disiplin dan hati-hati. Pertumbuhan utang yang terjaga dan jauh dari ambang batas yang membahayakan perekonomian,” tukas Pieter. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.