UTBK Permudah Peserta Didik

9

JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menilai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diklaim memudahkan siswa.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir mengatakan UTBK untuk SBMPTN memberikan kemudahan bagi siswa. “UTBK kali ini memiliki banyak kemudahan bagi peserta, termasuk tes dapat dilakukan di setiap provinsi dan hasil nilai dapat muncul 10 hari setelah tes beserta rata-rata nilai dari seluruh peserta secara nasional,” kata Nasir di Jakarta, Sabtu (13/4)

Nasir menyatakan, peserta UTBK diharapkan dapat belajar dari tes pertamanya di UTBK untuk mencoba lagi pada tes kedua, apabila dia merasa belum maksimal di tes pertama.

“Kalau dia pada saat tes, nilainya dirasa kurang yakin, dia diberikan kesempatan lagi untuk tes kembali. Dua kali dia bisa melakukan tes ini,” terangnya.

Pelaksanaan UTBK pada tahap awal ini, kata dia, sebetulnya bisa dikatakan masih sama dengan SMBPTN tahun sebelumnya. Namun, dalam jangka panjang, khususnya saat sarana prasarana sudah dimiliki, maka akan terasa efisien.

“Contoh di UNS lebih banyak tes yang di luar dari pada di dalam kampus. Kalau di luar itu kami harus menyewa komputer, ruangan dan genset. Kalau di-handle UNS semua yang sewa tadi akan lebih efisien,” kata Inspektur Jenderal Kemenristek Dikti, Jamal Wiwoho.

Jamal menjelaskan, ke depan sistem tersebut merupakan langkah tepat untuk efisiensi. Di samping itu, jika lihat sistem sebelumnya, SBMPTN hanya satu kali. Dari Sabang sampai Merauke, diikuti 87 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Dulu kegaduhan lalu lintas, hotel. Kami di Jakarta mendesain sebuah sistem yang efektif efisien seperti kita akan tes Toefl. Kalau nilainya sudah keluar, mendaftar mana saja boleh sepanjang nilai minimal terpenuhi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, UTBK yang baru pertama kali diluncurkan bertujuan memperbaiki sistem seleksi mahasiswa baru dalam jalur SBMPTN. Setiap peserta diberi kesempatan untuk dua kali UTBK. “Perolehan nilainya nanti akan digunakan sebagai dasar pertimbangan atau pijakan masuk SBMPTN,” ujarnya.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi menjelaskan bahwa pelaksanaan UTBK SBMPTN kali ini berbeda dengan SBMPTN tahun lalu, karena diselenggarakan tidak sekali serentak, melainkan beberapa kali. Namun, perlu ada upaya untuk memastikan soal UTBK tidak disebarluaskan.

“Kalau dulu model berbasis kertas, berbasis cetak ini gampang sekali (disebarluaskan). Ini soalnya kami sudah punya berpuluh-puluh set yang kita sudah siapkan. Dalam satu ruangan itu, bahkan sebelahan tidak bisa saling jiplak-menjiplak. Ini sudah kami lakukan sedemikian rupa. Walaupun tidak sama, ini setara. Sistem kesetaraan ini kami pertanggungjawabkan secara ilmiah,” jelasnya.(der/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.