Uu Serahkan 7 Mobil Maskara untuk 7 Desa Mandiri di Garut

42
0
OPERASIONAL. Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan secara simbolis tujuh unit Maskara. yana taryana / rakyat garut
Loading...

CIKAJANG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan tujuh unit Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) untuk tujuh desa di Kabupaten Garut, Sabtu (12/12).

Tujuh desa yang mendapatkan merupakan desa berstatus mandiri.

Uu mengatakan Maskara sebagai kendaraan operasional desa untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga perhatian Pemerintah Provinsi Jabar kepada desa dapat memicu desa-desa lain untuk bergerak menaikkan statusnya menjadi desa mandiri, ujung-ujungnya masyarakat terus bersemangat membangun desa,” katanya.

Ia menyebutkan Maskara dapat dimanfaatkan sebagai panggung, angkutan barang dan sarana hiburan. Dengan mobil itu, masyarakat desa dapat memiliki penunjang yang mengangkat potensi desa.

Loading...

Baca juga : Pemkab Garut Dorong UMKM Bertahan di Saat Pandemi

Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Garut yang mendapatkan Maskara adalah Desa Cinunuk di Kecamatan Wanaraja, Desa Cikandang di Cikajang, Desa Sukakarya di Samarang, Desa Sindanggalih di Karangpawitan, Desa Cangkuang di Leles, Desa Sukarame di Caringin, dan Desa Hanjuang Kecamatan Bungbulang.

Uu menambahkan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam membangun desa bukan hanya melalui Maskara. Lebih dari itu, Pemprov Jabar juga menggagas inovasi Desa Juara.

Ia menyebutkan Desa Juara memiliki tiga pilar, yakni digitalisasi layanan desa (Desa Digital), One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Menurut dia, tiga pilar tersebut dapat menghasilkan sederet program, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Jalan Mulus Desa, Sapawarga, dan banyak program lainnya.

Ia menyebutkan, program-program itu dirancang salah satunya untuk memangkas ketimpangan perekonomian di wilayah pedesaan dengan perkotaan.

“Pemprov Jabar sudah mencanangkan program-program yang berpihak kepada desa. Supaya seperti Kang Emil selalu bilang, jadi masyarakat tetap tinggal di desa, tapi rezeki kota,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.