Vaksinasi Massal Tahap Dua di Kota Tasik, Sekda Rasakan Ini..

65
0
Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Ari Sutrisno saat divaksin Covid kedua di Puskesmas Kersanagara, Senin (15/02) siang. muhamad hasbi / radartv
Loading...

KOTA TASIK – Vaksinasi Covid-19 massal tahap kedua, kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tasik dihelat di Puskesmas Kersanagara, Cibeureum, Senin (15/02) siang, berjalan dengan lancar.

Sekda Kota Tasik, Ivan Dicksan yang kembali menerima vaksin setelah 14 hari pertama kali divaksin mengakui, kondisi kesehatannya normal seperti saat pertama kali divaksin pada Jumat (29/01) lalu.

“Alhamdulillah, saya sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 yang kedua. Setelah 30 menit, Alhamdulillah seperti kondisi vaksin yang pertama, tidak ada apa-apa dan kondisi saya sehat,” paparnya kepada radartasikmalaya.com.

“Saya bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat usai divaksin ini normal seperti yang pertama, tak ada efek yang tak diharapkan. Alhamdulillah berarti vaksinasi ini berjalan dengan baik dan lancar. Tensi tak naik, karena tadi saya tak minum kopi dulu,” sambungnya.

Jelas Ivan, kedua kalinya vaksinasi massal ini diikuti semua pihak yang divaksin saat pertama. Walaupun ada yang telat datang dan tak berengan dirinya.

loading...

“Ya ada yang telat datang, mungkin ada kegiatan dulu karena hari ini kan hari Senin, semua lagi banyak kerjaan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kota Tasik, Aslim, menjadi yang pertama divaksinasi Covid-19 di Kota Tasik, Jumat (29/01) siang. Launching vaksinasi Covid-19 perdana ini dilakukan di Puskesmas Kersanagara, Cibeureum.

Plt Wali Kota Tasik, Muhammad Yusuf mengatakan, penyuntikan vaksinasi perdana ini sangat penting karena menjadi langkah utama untuk melakukan langlah antisipasi serta pengendalian Covid.

“Sejak tahun lalu selama 11 bulan hingga hari ini kita sudah mengalami pandemi karena Covid-19 ini. Maka, harus kita lakukan langkah pencegahan dan pengendalian ini,” ujar Yusuf kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, pandemi ini menjadikan layanan kesehatan di puskesmas dan posyandu terkendala karena dilarang berkerumun.

Termasuk memberi dampak terhadap pelemahan ekonomi, sosial, wisata dan pendidikan.

“Maka perlu segera dilakukan penekanan yang efektif untuk memutus mata rantai Covid ini. Selain terus menerapkan dan mengaplikasikan protokol kesehatan (prokes),” terangnya.

“Ini vaksinasi juga untuk melindungi masyarakat dari Covid. Karena ini untuk memutus mata rantai penyebaran. Kuncinya adalah pencegahan dengan program vaksinasi ini,” sambungnya.

Nantinya, tambah Yusuf, vaksinasi massal akan dilakukan serentak di 22 puskesmas se-Kota Tasik, klinik, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya dengan total sekitaf 31 titik lokasi usai launching ini.

“Vaksinasi ini adalah vaksin sinovak yang akan divaksin 2 kali dengan jeda 14 hari. Dengan penerima vaksinasi ini adalah yang mendapatkan e-tiket dan tinggal melakukan register ke lokasi faskes,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Uus Supangat menuturkan, harapan dengan vaksinasi ini penyebaran Covid bisa dapat dikendalikan dengan baik.

“Launching penyuntikan perdana ini adalah upaya pencegahan dan pengendalian Covid dari pemerintah,” tuturnya.

Jelas dia, total vaksin yang diterima Kota Tasik ini sebanyak 7.400 vaksin. Vaksin itu untuk 3469 tenaga kesehatan (nakes) yang sudah mendapatkan e-tiket di dan tersebar di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) Kota Tasik.

“Sebanyak 7.400 vaksin itu untuk 2 kali vaksinasi. Jadi setelah 14 hari divaksin nanti akan divaksin lagi. Sedangkan 1.500 nakes lainnya belum mendapat e-tiket,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.